Mengenal Head and Shoulders Pattern, Pola Pembalikan Tren Saham

AKURAT.CO Head and Shoulders Pattern merupakan salah satu pola grafik harga saham yang sering digunakan dalam analisis teknikal untuk memprediksi pembalikan tren. Pola ini menjadi alat penting, baik bagi investor maupun trader, untuk memaksimalkan peluang keuntungan serta menghindari kerugian dalam pasar saham.
- Shoulder pertama, saat harga menguat hingga titik puncak lalu menurun ke lembah
- Head, harga kembali naik lebih tinggi dibanding shoulder pertama, sebelum turun lagi
- Shoulder kedua, harga menguat lagi tetapi tidak setinggi head
- Neckline, garis yang menghubungkan dua lembah yang terjadi di antara head dan shoulders.
Keberadaan pola ini menunjukkan kemungkinan pembalikan tren, sehingga trader dapat bersiap untuk mengambil langkah eksekusi.
Baca Juga: Saham Emiten Hary Tanoe Memerah, Trump Effect Pudar?
Dalam praktiknya, pola ini sering digunakan untuk mengidentifikasi kapan tren harga akan berbalik. Ketika harga menembus neckline setelah shoulder kedua, hal ini menjadi sinyal kuat untuk menjual saham karena tren bearish kemungkinan besar akan terjadi.
- Kemudahan identifikasi bagi trader berpengalaman
- Sinyal yang jelas, membantu trader dalam mengambil keputusan investasi
- Fleksibilitas, karena dapat diterapkan pada berbagai jenis bursa saham
- Peluang keuntungan besar, terutama dari pergerakan pasar skala besar
Namun di sisi lain, pola ini juga memiliki keterbatasan seperti:
- Kompleksitas bagi trader pemula, karena membutuhkan pemahaman mendalam
- Risiko stop-loss panjang, yang dapat menambah potensi kerugian jika pola gagal
- Rasio risiko-untung yang kurang ideal untuk sebagian investor
Pola ini sangat efektif untuk mengidentifikasi pembalikan harga, terutama pada pasar yang sedang mengalami perubahan besar. Misalnya, tren bearish setelah tren bullish panjang sering ditandai dengan kemunculan pola ini, sehingga investor dapat menjadikannya panduan dalam mengambil langkah selanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










