360Kredi Ajak Anak Muda Pahami Bahaya Doom Spending

AKURAT.CO 360Kredi menggelar literasi keuangan pada kegiatan Bulan Fintech Nasional dan IFSE 2024 pada 13 November 2024 di The Hall Kasablanka, Mall Kota Kasablanka, Jakarta. Ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Fintech Nasional yang diikuti 360Kredi pada 12-13 November 2024.
Literasi dengan topik “Doom Spending, Bikin Bahagia atau Bangkrut?” ini dihadiri oleh Defrian Afdi, Direktur IT & Operasional 360Kredi dan berkolaborasi dengan UATAS yang dihadiri oleh Shintya Maulida, Direktur Pengembangan Bisnis UATAS.
Doom Spending merupakan fenomena yang kini berkembang di kalangan anak muda, seperti Gen Z dan Milenial. Hal ini terjadi karena gaya hidup yang cenderung melakukan Self care atau self reward untuk mengatasi kecemasan.
“Melakukan self reward boleh-boleh saja, seperti membeli barang, belanja, liburan, beli tiket konser, dll, itu semua sah aja. Tapi itu adalah tindakan yang impulsif. Sebaiknya selfreward dilakukan secara wajar dengan memperhatikan keuangan yang ada,” ujar Defrian Afdi, Kamis (14/11/2023).
Baca Juga: Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, 360Kredi Hadir di FinExpo BIK Balikpapan
Jika Doom Spending dilakukan secara terus menerus, maka akan memunculkan dampak yang buruk. “Pengeluaran yang tidak terkendali seperti Doom Spending akan membuat finansial tidak aman, tidak memiliki tabungan, dan terbebani pada utang yang impulsif,” ucap Shintya Maulida.
Oleh karena itu, untuk menghindari Doom Spending diperlukan pemahaman yang baik terhadap manajemen keuangan, termasuk manajemen dalam utang. Dalam hal ini, kehadiran fintech lending bisa menjadi solusi keuangan. Hal ini karena fintech lending menawarkan opsi pinjaman yang terstruktur, terjangkau, serta aman dan bersahabat.
Selain menggelar literasi keuangan, 360Kredi juga memperkenalkan maskot baru “Buddy” sebagai simbol fintech lending yang aman, bersahabat, dan terpercaya.
Dalam IFSE 2024, 360Kredi juga turut berpartisipasi dalam penandatanganan komitmen bersama kolaborasi dengan AFPI, AFTECH, dan para platform fintech lending untuk meningkatkan keamanan, transparansi, dan berkelanjutan dalam industri fintench lending.
Selain itu, juga untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap fintech lending sehingga dapat mendukung pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










