IHSG Nanjak ke 7.491,93, Berikut Daftar Top Gainers

AKURAT.CO Pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (5/11/2024), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tipis sebesar 12,43 poin atau sekitar 0,17% ke level 7.491,93.
Pergerakan indeks yang moderat ini diiringi dengan performa variatif sejumlah saham, di mana tercatat 28 saham mengalami kenaikan dan 28 lainnya justru melemah.
Penguatan IHSG kali ini tak lepas dari performa positif sejumlah saham unggulan. Saham PT Timah Tbk. (TINS) memimpin sebagai top gainer dengan kenaikan mencapai 10,62%. Saham TINS berhasil menarik minat investor dengan tren positif yang didorong oleh kenaikan harga timah global dan permintaan yang menguat.
Baca Juga: IHSG Terjun 28,03 Poin ke 7.606,6
Di sektor konsumsi, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) mencatatkan kenaikan sebesar 4,36%, mengindikasikan daya tarik sektor ini di tengah ketidakpastian ekonomi.
PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), perusahaan yang bergerak di sektor energi dan distribusi bahan kimia, juga masuk dalam jajaran top gainer dengan kenaikan sebesar 3,85%. Selanjutnya, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) turut mencatat kenaikan sebesar 2,95% dan 2,80%, didorong oleh sentimen positif dari harga komoditas.
Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan yang menyebabkan penurunan harga signifikan. Saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) menjadi top loser dengan penurunan 5,74%. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap volatilitas harga bahan baku serta tekanan di sektor petrokimia global.
Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) juga mengalami penurunan 4,81%, yang mencerminkan tantangan di sektor konsumer akibat penurunan daya beli masyarakat.
Saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA), PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) turut mencatatkan koreksi masing-masing sebesar 2,91%, 2,50%, dan 2,14%. Penurunan ini menunjukkan adanya faktor spesifik yang mempengaruhi performa emiten, termasuk sentimen negatif di sektor teknologi dan properti.
Kenaikan IHSG di tengah pelemahan saham-saham tertentu menunjukkan adanya polaritas di pasar modal Indonesia. Penguatan di sektor tambang dan konsumsi mengindikasikan bahwa investor cenderung memilih sektor yang dianggap tahan terhadap ketidakpastian ekonomi.
Namun, fluktuasi di sektor lain, seperti petrokimia dan konsumer, menunjukkan bahwa investor tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan di tengah dinamika ekonomi global yang belum stabil.
Sentimen global juga mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Kenaikan harga komoditas global menjadi pendorong utama bagi sektor tambang dan energi. Selain itu, ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga bank sentral di negara-negara maju turut berperan dalam menentukan arah investasi.
Sektor yang berorientasi ekspor, seperti tambang, cenderung diuntungkan oleh permintaan global yang menguat.
Saham PT Timah Tbk. (TINS) mengalami kenaikan signifikan karena tingginya permintaan di pasar internasional, terutama untuk timah yang semakin dibutuhkan dalam berbagai sektor industri.
Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) juga diminati investor, terutama di sektor konsumsi yang cenderung stabil meskipun terjadi ketidakpastian. Penguatan saham INDF menunjukkan ekspektasi positif terhadap kinerja perusahaan yang konsisten dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Penurunan pada saham-saham seperti TPIA dan UNVR mencerminkan kerentanan di sektor petrokimia dan konsumer. Hal ini mengindikasikan bahwa investor lebih selektif dalam memilih sektor yang dianggap memiliki daya tahan terhadap ketidakpastian.
Saham-saham di sektor kesehatan dan teknologi seperti MIKA dan BUKA juga mengalami koreksi, menandakan adanya perubahan preferensi investor.
Dengan variatifnya pergerakan saham-saham ini, investor diimbau untuk selalu melakukan analisis yang mendalam sebelum membuat keputusan investasi.
Memahami faktor fundamental yang mempengaruhi emiten serta perkembangan sentimen pasar sangat penting agar keputusan investasi yang diambil lebih terukur. Sentimen pasar yang dinamis menuntut investor untuk lebih adaptif dan selektif dalam menyusun portofolio.
Memasuki tahun politik, tren pergerakan IHSG berpotensi dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah. Investor akan memantau arah kebijakan fiskal dan moneter yang mungkin berdampak pada sektor-sektor strategis.
Prospek IHSG dalam jangka pendek akan sangat tergantung pada stabilitas ekonomi dan kebijakan pro-investasi dari pemerintah terpilih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










