11 Mitos Keuangan Yang Belum Tentu Benar, Apa Saja?
Demi Ermansyah | 3 November 2024, 19:06 WIB

AKURAT.CO Di era modern ini, masih banyak orang yang terjebak dengan mitos-mitos keuangan yang kuno. Mitos-mitos ini seringkali menyesatkan dan dapat merugikan jika diikuti tanpa dipikirkan.
Memahami apa yang benar dan salah dalam dunia keuangan bisa membuat hidup lebih mudah. Jadi, mari kita kupas satu per satu mitos keuangan yang sudah usang dan patut diabaikan.
1. Menabung Itu Pasti Kaya
Memang, menabung itu bagus, tetapi hanya mengandalkan tabungan untuk menjadi kaya adalah angan-angan. Uang di tabungan sering kalah dengan inflasi, jadi pertimbangkan untuk berinvestasi agar uangmu bisa tumbuh dengan lebih cepat.
2. Investasi Saham Itu Sama dengan Judi
Banyak yang menganggap saham itu seperti judi, padahal investasi saham jika dilakukan dengan pengetahuan yang benar justru bisa menjadi salah satu cara paling efektif untuk menumbuhkan aset. Judi mengandalkan keberuntungan, sedangkan saham mengandalkan analisis dan pengetahuan.
3. Cuma Orang Kaya yang Bisa Investasi
Mitos ini tidak lagi berlaku di zaman sekarang. Dengan aplikasi investasi dan reksadana yang semakin banyak, semua orang bisa mulai investasi dengan nominal kecil, bahkan mulai dari Rp10 ribu. Investasi sekarang bisa dilakukan oleh siapa saja.
4. Utang Itu Selalu Buruk
Utang memang bisa menjerat jika tidak dikelola dengan baik. Namun, utang produktif seperti kredit usaha atau pinjaman untuk pendidikan bisa menjadi sarana yang mendukung pengembangan diri dan bisnis. Kuncinya adalah memilih utang yang sehat.
5. Dana Darurat Itu Enggak Penting
Dana darurat adalah penyelamat ketika situasi darurat terjadi, misalnya kehilangan pekerjaan atau biaya kesehatan mendadak. Tanpa dana darurat, kamu mungkin terpaksa berutang, yang justru berbahaya bagi keuangan.
6. Lebih Baik Bayar Tunai Daripada Kredit
Betul, tapi tidak selalu. Jika kamu bisa mengelola kredit dengan bijak dan membayar tepat waktu, menggunakan kartu kredit bisa memberi keuntungan berupa poin atau cashback. Namun, tetap hati-hati agar tidak berutang yang tidak bisa dibayar.
7. Asuransi Itu Hanya untuk Orang Tua
Nyatanya, asuransi tidak mengenal usia. Asuransi kesehatan dan asuransi jiwa justru lebih murah untuk orang muda. Mulailah asuransi sejak dini untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko keuangan di masa depan.
8. Semakin Besar Gaji, Semakin Banyak yang Bisa Ditabung
Banyak yang beranggapan dengan gaji besar, otomatis bisa lebih banyak menabung. Tapi kenyataannya, gaya hidup sering ikut naik seiring kenaikan gaji, sehingga tabungan justru tidak bertambah. Yang penting adalah konsistensi menabung, bukan seberapa besar gaji.
9. Investasi Properti Selalu Menguntungkan
Properti memang menggiurkan, tapi tidak selalu memberi keuntungan. Ada biaya pemeliharaan, pajak, dan risiko pasar yang perlu diperhitungkan. Selain itu, investasi properti juga memerlukan modal besar.
10. Hanya Orang Kaya yang Butuh Konsultan Keuangan
Memang benar, banyak orang kaya yang memakai jasa konsultan. Tapi saat ini, jasa konsultan atau aplikasi keuangan sudah lebih terjangkau. Konsultasi keuangan bisa membantu semua orang mengatur anggaran, investasi, hingga pensiun.
11. Perempuan Tidak Perlu Terlibat dalam Urusan Keuangan
Mitos ini sangat kuno dan perlu dibuang jauh-jauh. Semua orang perlu melek finansial, termasuk perempuan. Dengan kemampuan mengelola keuangan yang baik, perempuan bisa mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









