Akurat

BRI Bukukan Laba Bersih Rp45,36 Triliun di Kuartal III-2024

Demi Ermansyah | 30 Oktober 2024, 16:20 WIB
BRI Bukukan Laba Bersih Rp45,36 Triliun di Kuartal III-2024

AKURAT.CO PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencetak laba bersih sebesar Rp45,36 triliun pada kuartal III-2024, naik 2,6% dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sunarso mengaku dengan raihan tersebut, ia optimistis menutup tahun 2024 dengan hasil yang sangat positif. 
 
Di mana menurut dirinya sampai saat ini BRI memiliki fokus penguatan dasar kinerja sekaligus membangun ketangguhan agar siap menghadapi tantangan global maupun domestik. 
 
“Kami optimis tahun ini bisa ditutup dengan kinerja yang solid, terutama dengan memperkuat fundamental dan kesiapan menghadapi tantangan,” ucap Sunarso saat menyampaikan paparan kinerja kuartal III-2024 di Jakarta, Rabu (30/10/2024).
 
Ditambahkan, pencapaian luar biasa ini tentunya berkat fokus semua insan BRI yang konsisten dalam memperkuat dasar kinerja dan strategi responsif terhadap dinamika pasar.
 
 
Dari sisi penyaluran kredit, tambahnya, hingga akhir September 2024 ini, BRI telah mengucurkan dana hingga Rp1.353,36 triliun atau tumbuh 8,21% secara tahunan. 
 
"Mayoritas kredit, yakni sekitar 81,7% atau sekitar Rp1.105,70 triliun, disalurkan ke sektor UMKM. Pertumbuhan kredit ini turut mendorong aset BRI naik 5,94% YoY menjadi Rp1.961,92 triliun," ungkapnya kembali. 
 
Kemudian, tambah Sunarso, dukungan BRI pada UMKM terus menjadi prioritas untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. 
 
"Kami hadir untuk mendukung UMKM sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pemberdayaan UMKM, BRI berperan dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” jelas Sunarso.
 
BRI juga menjaga kualitas aset dengan baik, tercermin dari penurunan Non-Performing Loan (NPL) menjadi 2,90% di kuartal III-2024 dari sebelumnya 3,07% pada periode yang sama tahun lalu. Rasio Loan at Risk (LAR) pun menunjukkan perbaikan, turun dari 13,8% menjadi 11,66%.
 
Sunarso menyebut penurunan NPL dan LAR ini berkat manajemen risiko yang disiplin di seluruh unit bisnis. BRI mengadopsi sistem deteksi dini untuk memonitor kualitas kredit serta memperkuat tim pemulihan kredit untuk menangani kredit bermasalah dengan efisien.
 
Selain kualitas kredit yang semakin baik, BRI tetap mempersiapkan pencadangan yang kuat dengan rasio NPL Coverage mencapai 215,44%.
 
"Kami sudah menerapkan langkah mitigasi risiko yang matang, mulai dari pertumbuhan selektif, pemantauan kredit proaktif, hingga penyelesaian kredit bermasalah secara kolaboratif bersama nasabah,” tambah Sunarso.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.