Akurat

IHSG Tutup Pekan dengan Memerah 0,28 Persen

Hefriday | 25 Oktober 2024, 16:48 WIB
IHSG Tutup Pekan dengan Memerah 0,28 Persen

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penurunan pada akhir perdagangan Jumat, (25/10/2024), dengan melemah sebesar 21,89 poin atau sekitar 0,28% ke level 7.694,66.

Meskipun pergerakan IHSG pada penutupan hari ini menunjukkan pelemahan tipis, terdapat sejumlah saham yang mengalami kenaikan signifikan, sekaligus beberapa lainnya yang mengalami penurunan.

Dalam perdagangan hari ini, tercatat 13 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga, sementara 14 saham lainnya mengalami penurunan. Berikut adalah saham-saham yang masuk dalam daftar Top Gainer dan Top Loser pada perdagangan IHSG hari ini.

Baca Juga: Ditekan Kenaikan Yield Obligasi AS, IHSG Terjun 0,91 Persen ke 7.716,5 

Top Gainer

  • SMGR (Semen Indonesia (Persero) Tbk) naik 2,33%
  • TPIA (Chandra Asri Pacific Tbk) naik 1,11%
  • BMRI (Bank Mandiri (Persero) Tbk) naik 1,08%
  • ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur Tbk) naik 1,00%
  • TKIM (Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk) naik 0,68%

Saham SMGR milik Semen Indonesia mencatatkan kenaikan terbesar di antara saham-saham lainnya dengan peningkatan sebesar 2,33%, disusul oleh TPIA dari Chandra Asri Pacific dan BMRI dari Bank Mandiri yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 1,11% dan 1,08%.

Top Loser

  • TINS (Timah Tbk) turun 3,75%
  • BUKA (Bukalapak.com Tbk) turun 3,57%
  • MDKA (Merdeka Copper Gold Tbk) turun 3,16%
  • WIKA (Wijaya Karya (Persero) Tbk) turun 3,13%
  • MEDC (Medco Energi Internasional Tbk) tuurn 2,97%

Di sisi lain, saham TINS milik Timah Tbk. mengalami penurunan terbesar dengan koreksi harga sebesar -3,75%, diikuti oleh Bukalapak (BUKA) yang mengalami penurunan sebesar -3,57% serta Merdeka Copper Gold (MDKA) yang turun -3,16%.

Pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini menunjukkan pentingnya bagi para investor untuk mempertimbangkan sentimen pasar serta faktor fundamental perusahaan sebelum membuat keputusan investasi.
 
Meskipun beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan, fluktuasi yang terjadi pada beberapa saham lain menunjukkan ketidakpastian di tengah dinamika pasar saat ini. Bagi investor, analisis menyeluruh sangat diperlukan untuk mengantisipasi risiko dan memanfaatkan peluang yang ada.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa