Akurat

Asuransi Kitabisa Hadir untuk Mengembalikan Semangat Berasuransi: Saling Jaga

Arief Rachman | 9 Oktober 2024, 12:46 WIB
Asuransi Kitabisa Hadir untuk Mengembalikan Semangat Berasuransi: Saling Jaga

AKURAT.CO Setelah satu dekade berperan sebagai ekosistem tolong-menolong digital di Indonesia, Kitabisa kini memasuki industri asuransi dengan memperkenalkan PT Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa (Asuransi Kitabisa).

Melalui langkah ini, Kitabisa ingin mengembalikan esensi saling menjaga dalam produk asuransi, sesuai dengan prinsip tolong-menolong yang menjadi dasar praktik asuransi.

CEO Asuransi Kitabisa, Bryan Silfanus, menjelaskan bahwa Asuransi Kitabisa hadir sebagai pionir yang ingin mengembalikan asuransi ke akarnya sebagai praktik saling menjaga antar anggota.

"Asuransi Kitabisa membawa pendekatan baru dalam industri asuransi dengan menekankan semangat tolong-menolong. Kami ingin memberikan edukasi bahwa asuransi tidak hanya tentang risiko finansial, tetapi juga tentang membangun komunitas yang saling membantu dan berbagi beban bersama," ujar Bryan di Jakarta, Rabu (9/10/2024).

Baca Juga: Polisi Tangkap Pemilik Website Judi Online di Grogol, Omzet Capai Rp60 Juta per bulan

Transformasi Asuransi Kitabisa

Asuransi Kitabisa berawal dari program tolong-menolong antar donatur Kitabisa yang dikenal dengan nama SalingJaga pada tahun 2019.

Melalui perjalanannya, Kitabisa mengakuisisi PT Asuransi Jiwa Syariah Amanah Githa pada tahun 2023, yang kemudian berganti nama menjadi PT Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa.

Perusahaan ini kini telah memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berada di bawah pengawasan OJK.

Bryan menambahkan bahwa dukungan ekosistem Kitabisa yang telah menjembatani semangat tolong-menolong digital di masyarakat Indonesia selama lebih dari satu dekade akan menjadi fondasi kuat bagi Asuransi Kitabisa dalam menyediakan lebih banyak pilihan perlindungan berbasis tolong-menolong.

"Kami berkomitmen untuk menjaga amanah anggota dengan memastikan dana dikelola secara transparan," jelas Bryan.

Baca Juga: Miris, Pria Perkosa Remaja SMP di Rawa Badak Jakut Diamankan Polisi

Potensi dan Tantangan Industri Asuransi

Laporan ASEAN Insurance Surveillance Report 2022 menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan asuransi di Indonesia masih rendah, yaitu 1,4 persen, jauh di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Dengan densitas asuransi di Indonesia yang tercatat sebesar Rp1.882.640 pada akhir 2022, OJK menargetkan angka ini mencapai Rp2.400.000 pada tahun 2027.

Pengembangan Asuransi Syariah

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia menyimpan potensi besar dalam pengembangan asuransi syariah.

OJK melaporkan bahwa aset asuransi jiwa syariah menyumbang 5,6 persen terhadap total asuransi jiwa secara umum pada 2022, sementara asuransi umum syariah memiliki pangsa pasar sebesar 3,7 persen.

Asuransi Kitabisa bertekad untuk berkontribusi dalam pengembangan industri asuransi syariah di Indonesia dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan nilai-nilai syariah.

"Kami memastikan dana bersama anggota dikelola dengan amanah dan memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan akses yang cepat dan mudah," kata Bryan.

Produk Inovatif: SalingJaga Keluarga

Produk pertama yang diluncurkan oleh Asuransi Kitabisa adalah SalingJaga Keluarga, sebuah produk asuransi jiwa syariah murni yang menawarkan perlindungan dengan santunan hingga Rp2 miliar.

Baca Juga: Ambisi Mees Hilgers Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 dan Buat Bangga Orang Tua

Produk ini juga mencakup layanan pengurusan jenazah serta bantuan perencanaan keuangan bagi anggota yang ditinggalkan.

Dalam sembilan bulan operasionalnya, lebih dari 20.000 anggota telah bergabung.

Bryan menjelaskan bahwa anggota Asuransi Kitabisa dapat memantau transparansi dana tabarru’ dan memproses klaim mereka secara digital.

"Anggota merasa tidak akan rugi, karena jika terkena musibah akan dibantu, dan jika tidak, mereka bisa membantu anggota lainnya," tambahnya.

Optimisme Pertumbuhan Asuransi Kitabisa

Asuransi Kitabisa optimistis akan melanjutkan tren pertumbuhan positif di masa mendatang, sejalan dengan dukungan ekosistem Grup Kitabisa serta inisiatif pemerintah dalam pengembangan industri asuransi syariah.

Pertumbuhan ini terlihat dari peningkatan aset perusahaan sebesar 35 persen secara tahunan menjadi Rp151,9 miliar pada 2023, serta akumulasi dana tabarru’ yang tumbuh 8 persen (year on year/yoy) menjadi Rp13,8 miliar.

Dengan komitmen pada inovasi dan teknologi, Asuransi Kitabisa yakin mampu mengembalikan esensi asuransi sebagai praktik tolong-menolong antar anggota, yang sesuai dengan semangat dasar yang diusung Kitabisa sejak awal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.