Akurat

Sri Mulyani Beberkan Peran Penting Sukuk pada Sektor Keuangan

Hefriday | 4 Oktober 2024, 23:28 WIB
Sri Mulyani Beberkan Peran Penting Sukuk pada Sektor Keuangan

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyoroti peran penting sukuk dalam memperkuat sektor keuangan syariah di Indonesia.

Dalam Rapat Pleno Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Jumat (4/20/2024), ia menjelaskan bahwa hingga September 2024, total penerbitan sukuk negara mencapai Rp2.808,66 triliun, dengan outstanding sebesar Rp1.565,72 triliun. "Instrumen sukuk telah menjadi katalisator utama dalam mendorong dan memperdalam sektor keuangan syariah," ujarnya.

Sukuk, lanjut Sri, baik dalam bentuk sukuk hijau maupun sukuk konvensional, kini menjadi instrumen kunci yang tidak hanya mendukung pembangunan infrastruktur tetapi juga memperkuat sektor ekonomi syariah.
 
Sri Mulyani menyoroti bahwa sukuk hijau (green sukuk) yang telah diterbitkan oleh Indonesia merupakan langkah inovatif yang menjadikan negara ini sebagai pionir di antara negara-negara berkembang. Green sukuk memungkinkan pendanaan proyek-proyek ramah lingkungan sekaligus memperdalam sektor keuangan syariah. 
 
 
Dengan mengalokasikan dana dari sukuk untuk proyek infrastruktur dan energi hijau, pemerintah berkomitmen untuk mengintegrasikan keberlanjutan dalam pengembangan ekonomi nasional. Keberhasilan Indonesia dalam menerbitkan green sukuk tidak hanya menunjukkan kekuatan pasar keuangan syariah, tetapi juga memperkuat kredibilitas Indonesia di kancah global sebagai negara yang peduli pada keberlanjutan lingkungan.

Selain dari sukuk, Sri Mulyani juga menyebutkan bahwa pemerintah terus berupaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui diversifikasi instrumen keuangan. Salah satu langkah penting adalah perluasan akses pembiayaan syariah bagi UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat Syariah (KURS) dan program Ultra Mikro (UMi) Syariah.  Total penyaluran pembiayaan ini mencapai Rp21,01 triliun per September 2024, yang terdiri dari Rp16,7 triliun untuk KURS dan Rp4,31 triliun untuk UMi Syariah.

Ekosistem keuangan syariah yang semakin luas diharapkan mampu mendukung pertumbuhan inklusif, terutama di kalangan pelaku usaha kecil dan mikro. Dengan melibatkan sektor UMKM dalam pembiayaan syariah, pemerintah berharap dapat memperkuat basis ekonomi kerakyatan yang berlandaskan prinsip keadilan dan keberlanjutan.

Untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan, Sri Mulyani menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM di sektor ini. Salah satu langkah konkret adalah melalui pemberian beasiswa LPDP dan dana abadi pendidikan, termasuk beasiswa afirmasi bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ekonomi syariah hingga jenjang S3. 
 
"Hal ini diharapkan akan terus melahirkan berbagai pakar syariah yang mampu bersaing di tingkat global. Ini bertujuan untuk mencetak pakar ekonomi syariah yang kompeten dan mampu bersaing di level global," imbuhnya.

Sri Mulyani berharap bahwa para lulusan ekonomi syariah dari Indonesia tidak hanya akan berperan di tingkat nasional, tetapi juga dapat berkiprah di lembaga keuangan internasional seperti Islamic Development Bank (ISDB). Ia menargetkan agar lebih banyak profesional Indonesia yang dapat menduduki posisi penting di lembaga-lembaga tersebut, sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ekonomi syariah global.

Melalui inovasi seperti green sukuk dan perluasan ekosistem keuangan syariah, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, peningkatan kapasitas SDM di sektor syariah menjadi kunci untuk memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa