Akurat

Menko Airlangga Optimis Target Inklusi Keuangan 90 Persen di Akhir 2024 Tercapai

Silvia Nur Fajri | 22 Agustus 2024, 19:06 WIB
Menko Airlangga Optimis Target Inklusi Keuangan 90 Persen di Akhir 2024 Tercapai

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan optimisme terkait pencapaian target inklusi keuangan nasional, yang ditargetkan mencapai 90% pada tahun 2024.

Hal itu di sampaikannya dalam acara Peluncuran Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang di gelar oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK), di JiExpo Kemayoran, Kamis (22/8/2024). “Tingkat inklusi keuangan terus meningkat dan saya optimis capaiannya bisa mencapai 90% di tahun 2024,” kata Airlangga.

Kemudian, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah bersama otoritas keuangan berkomitmen mendukung target pembangunan nasional jangka panjang, yakni mencapai inklusi keuangan sebesar 98% pada tahun 2045. Serta, ia juga menjelaskan perbedaan antara data inklusi keuangan yang ditampilkan oleh pemerintah dan OJK.

 “Memang agak-agak beda dengan data yang ditampilkan OJK. Karena kami memasukkan program PKH itu lebih dari 20 juta, kartu prakerja yang mendaftar lebih dari 80 juta, dan yang ikut sekitar 18 juta, semuanya menggunakan e-wallet,” ujar Airlangga.

Serta, Airlangga juga menyoroti berbagai program pemerintah yang berkontribusi terhadap inklusi keuangan, termasuk program PBI untuk kesehatan dan digitalisasi layanan BPJS kesehatan. “Ibu Indah tahu itu ada angkanya dan angkanya besar,” ucapnya.

Baca Juga: OJK Canangkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN)

Target pencapaian inklusi keuangan, menurut Airlangga, adalah hasil kerja keras dari berbagai pihak, termasuk anggota Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), pelaku sektor keuangan, swasta, dan mitra pembangunan. 

“Capaian yang ditargetkan ini tentu merupakan kerja keras dari seluruh anggota DNKI, pelaku sektor keuangan, swasta, mitra pembangunan yang juga menjadi bagian dari orkestrasi di bawah strategi nasional keuangan inklusif,” ujarnya.

Selain itu, Airlangga mencatat berbagai pencapaian penting seperti edukasi keuangan dengan 10 juta peserta dan program satu rekening satu pelajar yang telah mencapai 57 juta rekening. Sertifikasi tanah untuk rakyat juga mencapai 87,29%, serta inovasi teknologi melalui QRIS yang telah melayani 45 juta orang.

Di lain sisi, ia juga menyoroti pentingnya integrasi survei inklusi keuangan ke depan untuk mencakup seluruh produk, termasuk yang tidak diawasi oleh OJK. “Mungkin tahun depan surveinya bisa diintegrasikan keseluruhan sehingga produk yang disurvey tidak hanya produk yang diawasi atau produk dibawah OJK tetapi juga program pemerintah untuk membantu inklusi keuangan,” tuturnya.

Selain itu, Airlangga menegaskan tantangan yang dihadapi dalam mengurangi gap antara literasi dan inklusi keuangan serta pentingnya pemahaman mengenai fitur dan risiko produk. Dan ia harapan agar pemerintah dan OJK dapat mengakselerasi literasi dan inklusi keuangan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan). 

“DNKI selalu dan bersama dengan OJK mendorong semua pihak untuk berkolaborasi mensukseskan pencanangan program gerakan kerdas keuangan ini,” tutupnya dengan semangat.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, diharapkan inklusi keuangan dan literasi keuangan dapat membantu jutaan masyarakat untuk keluar dari kemiskinan dan mempercepat kemajuan perekonomian Indonesia. “Burung camar makan ikan terik. Untuk ekonomi yang bersinar, why don’t we orchestra?,” tukas dengan pantun. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.