Akurat

Gandeng BNP Paribas, HSBC Indonesia Luncurkan Reksa Dana Anyar

Yosi Winosa | 13 Agustus 2024, 19:44 WIB
Gandeng BNP Paribas, HSBC Indonesia Luncurkan Reksa Dana Anyar

AKURAT.CO Bank HSBC Indonesia bekerja sama dengan PT BNP Paribas Asset Management untuk meluncurkan produk reksa dana baru yang berfokus pada perusahaan-perusahaan teknologi besar dunia, sambil tetap mematuhi prinsip investasi syariah. 

Produk ini, yang dikenal sebagai BNP Paribas DJIM Global Technology TITANS 50 Syariah USD (BNPP Global Tech TITANS), merupakan upaya bank asal Inggris tersebut untuk memperluas pilihan investasi bagi nasabah affluent, khususnya dengan memungkinkan diversifikasi ke pasar global. 
 
Menurut Direktur Wealth and Personal Banking HSBC Indonesia, Lanny Hendra memaparkan bahwa berdasarkan hasil survei HSBC Affluent Investor Snapshot 2024, dari 500 investor affluent di Indonesia, rata-rata memiliki 5,4 produk investasi dalam portofolio mereka.
 
Sehingga menjadikannya jumlah tertinggi dibandingkan negara lain yang disurvei. Selain itu, 57% dari mereka berencana memperluas diversifikasi portofolio mereka ke luar negeri. "Kami meluncurkan produk ini sebagai pilihan bagi nasabah untuk menangkap peluang pertumbuhan di sektor teknologi global, khususnya di bidang kecerdasan buatan dan otomasi, dengan tetap memegang prinsip syariah," ucapnya di Gedung HSBC, Selasa (13/8/2024).
 
Baca Juga: 57 Persen Investor Kaya Ingin Perluas Portofolio ke Pasar Global

Senada dengan Lanny, Presiden Direktur PT BNP Paribas Asset Management, Maya Kamdani, menambahkan bahwa tema teknologi global melalui reksa dana indeks menawarkan transparansi dan kemudahan pemantauan bagi investor, serta konstituen yang representatif di tengah perubahan sektor teknologi.

Nasabah HSBC Premier dapat membeli reksa dana BNPP Global Tech Titans dengan penempatan dana minimum sebesar USD10.000 atau sekitar Rp158,53 juta. Namun, Lanny tidak menyebutkan target asset under management (AUM) untuk reksa dana ini, hanya menyatakan bahwa pertumbuhannya diharapkan mencapai dua digit.

Lanny juga menyatakan bahwa kontribusi dari bisnis wealth management nasabah affluent ini cukup signifikan, dengan potensi menyumbang 20% hingga 30% terhadap pendapatan HSBC. Dia menambahkan bahwa meskipun ada volatilitas pasar global, minat nasabah untuk berinvestasi tetap kuat, dengan banyak yang memilih produk investasi jangka panjang yang sederhana dan mulai mendiversifikasi portofolio mereka.

Selain HSBC, bank lain seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) juga mengandalkan bisnis wealth management untuk mendorong pendanaan, terutama di tengah suku bunga acuan yang masih tinggi. BTN telah meluncurkan produk BTN Prospera yang mengincar segmen orang kaya baru atau kelas menengah dengan nilai simpanan Rp100 juta hingga Rp500 juta, dan sejak peluncurannya pada Maret lalu, produk ini telah tumbuh sebesar 20%.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.