Akurat

BCA Syariah Bukukan Laba Bersih Rp89,4 Miliar di Semester I-2024

Silvia Nur Fajri | 31 Juli 2024, 15:14 WIB
BCA Syariah Bukukan Laba Bersih Rp89,4 Miliar di Semester I-2024

AKURAT.CO PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mencatatkan kinerja positif selama 6 bulan pertama tahun ini, di mana laba bersih perusahaan mengalami peningkatan signifikan, melonjak 20,9% secara tahunan atau YoY menjadi Rp89,4 miliar.

"Kenaikan laba ini didorong oleh pengelolaan aset dan kewajiban yang seimbang serta penerapan teknologi yang mempercepat penghimpunan dana pihak ketiga," kata Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum di Jakarta, Rabu (31/7/2024).

Pencapaian dalam penyaluran pembiayaan juga menunjukkan pertumbuhan positif. Di semester pertama 2024, pembiayaan BCA Syariah meningkat 21,0% YoY, mencapai Rp9,5 triliun. Pembiayaan komersial masih memegang peranan utama dengan kontribusi 68,8% dari total pembiayaan, sementara pembiayaan UMKM menyumbang 19,5%. Pembiayaan konsumer bahkan mengalami pertumbuhan dua kali lipat, melonjak 91,1% dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: Pengalihan Dana Muhammadiyah dari BSI ke BCA Syariah Bukan Hal Baru

"Pertumbuhan dalam pembiayaan kami sangat menggembirakan, dan kualitasnya tetap terjaga dengan rendahnya Non Performing Financing (NPF). NPF gross tercatat sebesar 1,36 persen dan net 0,18 persen," tambahnya.

Dalam hal Dana Pihak Ketiga (DPK), BCA Syariah mengalami kenaikan 11,9% YoY, mencapai Rp11,2 triliun. Di sisi lain, BCA Syariah juga mencatatkan pertumbuhan aset tahunan sebesar 11,5%, mencapai total Rp14,9 triliun.

"Kemudahan pembukaan rekening online melalui mobile banking berperan besar dalam pertumbuhan jumlah nasabah, yang meningkat 140,6% secara tahunan," ujar Direktur BCA Syariah, Pranata.

Tren positif juga terlihat dalam transaksi digital, dengan mobile banking menyumbang 67,8% dari total transaksi. Per Juni 2024, frekuensi transaksi mobile banking naik 62,7% YoY, mencapai 6,5 juta transaksi. "Kami terus memperbarui fitur mobile banking untuk memenuhi kebutuhan nasabah," ujar Pranata.

Rasio keuangan BCA Syariah menunjukkan performa yang solid, dengan Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing mencapai 1,7% dan 5,8%. Likuiditas tetap optimal, tercermin dari Financial Debt Ratio (FDR) yang berada di posisi 84,8%.

Selain itu, BCA Syariah berkomitmen pada keberlanjutan dengan menyalurkan pembiayaan untuk sektor Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KUB). Hingga Juni 2024, total pembiayaan KUB mencapai Rp2,6 triliun, dengan alokasi untuk berbagai kategori seperti efisiensi energi dan pengelolaan sumber daya alam.

Selain itu, Pranata, mengungkapkan bahwa kemudahan dalam pembukaan rekening secara online melalui mobile banking berkontribusi besar terhadap pertumbuhan jumlah nasabah. "Kemudahan pembukaan rekening online melalui mobile banking berperan besar dalam pertumbuhan jumlah nasabah, yang meningkat 140,6% secara tahunan," ujar Pranata.

Pranata juga menekankan bahwa BCA Syariah tetap berkomitmen pada keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Saat ini, 27,3% dari total pembiayaan BCA Syariah dialokasikan untuk sektor Koperasi Usaha Bersama (KUB), mencerminkan dukungan mereka terhadap sektor-sektor penting.

"Kami berkomitmen pada keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Saat ini, 27,3% dari total pembiayaan kami disalurkan untuk sektor KUB," ujarnya.

Kontribusi BCA Syariah terhadap masyarakat dan lingkungan juga tercermin dalam program-program CSR seperti BCA Syariah Peduli, yang telah menjangkau lebih dari 8 ribu peserta dari berbagai kalangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.