Mekanisme Full Call Auction BEI Dinilai Kuno, Schroders: Perlu Dievaluasi
Demi Ermansyah | 8 Juli 2024, 17:17 WIB

AKURAT.CO Terdapat beberapa pengaruh dari kebijakan papan pemantauan khusus (PPK) Full Call Auction (FCA) atau metode lelang berkala secara penuh, yang sebelumnya sempat menyebabkan fluktuasi di bursa saham Indonesia.
Menurut Chief Investment Officer Schroders Indonesia, Irwanti, mekanisme perdagangan FCA dapat membuat likuiditas saham di Indonesia menjadi tidak stabil. Oleh sebab itu, tambah Irwanti, perlu dilakukan evaluasi terhadap FCA yang berlaku saat ini untuk memastikan kriteria yang ada tidak bersifat subjektif dan lebih adil bagi semua pihak.
"Untuk saham yang overvalued, orang tidak bisa menjualnya, mereka seperti terjebak. Kami menginginkan bursa yang lebih transparan untuk FCA ini," kata Irwanti di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/7/2024).
Baca Juga: Kebijakan Full Call Auction BEI Diprotes Investor
Meski demikian, Irwanti mengatakan bahwa kebijakan FCA juga merupakan respons otoritas bursa untuk mencoba mengendalikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belakangan ini fluktuatif.
"FCA ini sebenarnya ide yang bagus, daripada tidak sama sekali. Ideal atau tidak, kami berharap semakin lama semakin disempurnakan. Jadi kami tekankan transparansi FCA ini harus diperbaiki, terkait kapan masuk atau keluar, jangan seperti misteri," tambahnya.
Meski demikian, Irwanti mengatakan bahwa kebijakan FCA juga merupakan respons otoritas bursa untuk mencoba mengendalikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belakangan ini fluktuatif.
"FCA ini sebenarnya ide yang bagus, daripada tidak sama sekali. Ideal atau tidak, kami berharap semakin lama semakin disempurnakan. Jadi kami tekankan transparansi FCA ini harus diperbaiki, terkait kapan masuk atau keluar, jangan seperti misteri," tambahnya.
Seperti yang diketahui BEI sebelumnya mengatakan kebijakan PPK FCA telah mengurangi penurunan volatilitas harga saham. Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengklaim, sejumlah saham yang masuk dalam PPK FCA telah memperlihatkan penurunan volatilitas harga yang lebih stabil selama kurun waktu 3 bulan belakangan.
"Dari [sebelumnya] volatilitas yang sangat tinggi, terjadi penurunan volatilitas harga yang lebih stabil di periode penerapan papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction," ujar Jeffrey
Jeffrey juga mengatakan, dari sebanyak total 68 saham yang masuk dalam PPK FCA tersebut, 28 di antaranya juga telah keluar. Dari total itu, mayoritas saham yang keluar juga disebabkan oleh kriteria nomor 1, yakni rerata saham yang selama 6 bulan ke belakang berada di Rp51.
Kemudian, sebanyak 13 saham yang keluar dari PPK FCA tersebut adalah saham yang yang terkena kriteria nomor 7, yakni soal likuiditas.
"Artinya ada banyak saham yang bisa keluar karena memperbaiki likuiditasnya. Ini tentu menjadi tujuan kita, artinya investor retail khususnya itu mendapatkan likuiditas yang lebih baik melalui mekanisme perdagangan full call auction," ujar dia.
"Dari [sebelumnya] volatilitas yang sangat tinggi, terjadi penurunan volatilitas harga yang lebih stabil di periode penerapan papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction," ujar Jeffrey
Jeffrey juga mengatakan, dari sebanyak total 68 saham yang masuk dalam PPK FCA tersebut, 28 di antaranya juga telah keluar. Dari total itu, mayoritas saham yang keluar juga disebabkan oleh kriteria nomor 1, yakni rerata saham yang selama 6 bulan ke belakang berada di Rp51.
Kemudian, sebanyak 13 saham yang keluar dari PPK FCA tersebut adalah saham yang yang terkena kriteria nomor 7, yakni soal likuiditas.
"Artinya ada banyak saham yang bisa keluar karena memperbaiki likuiditasnya. Ini tentu menjadi tujuan kita, artinya investor retail khususnya itu mendapatkan likuiditas yang lebih baik melalui mekanisme perdagangan full call auction," ujar dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










