BI dan OJK Gelar Bulan Pembiayaan Syariah 2024

AKURAT.CO Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Bank Indonesia, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI), kembali menyelenggarakan Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2024.
Acara ini bertema "Akselerasi Pembiayaan Syariah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan". Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem halal dan menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
"Indonesia telah diakui secara global, terlihat dari rilis State of Global Islamic Report 2023 yang menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Score 2023," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/6/2024).
Baca Juga: Bulan Pembiayaan Syariah 2023 Pacu Social Islamic Financing
BPS 2024 memperkenalkan Project Charter yang dirumuskan bersama berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM, terutama di sektor ekonomi kreatif dan pesantren. Selain itu, pelaksanaan BPS tahun ini berlangsung lebih panjang, dimulai dengan FESyar regional Sumatera pada Mei lalu dan akan dilanjutkan di FESyar regional KTI, Jawa, dan main agenda ISEF 2024.
Ekspansi eksyar dari sisi pembiayaan juga ditunjukkan dengan pertumbuhan pembiayaan syariah yang mencapai 14,07% (yoy) pada Mei 2024, lebih tinggi dibandingkan dengan pembiayaan konvensional yang tumbuh 12,15% (yoy). Untuk meningkatkan porsi pembiayaan syariah di masa depan, Bank Indonesia memfokuskan strategi pada peningkatan inklusi, inovasi melalui digitalisasi, dan inisiatif bersama antar lembaga.
Deputi Komisioner Pengawasan Bank Pemerintah dan Syariah OJK, Defri Andri, juga menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. "Pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia terus meningkat menjadi 7,38 persen, dengan pertumbuhan aset mencapai 9,71 persen atau Rp892,97 triliun pada Maret 2024," kata Defri Andri.
OJK telah menerbitkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia 2023-2027 (RP3SI) dengan tema "Bank Syariah yang Unggul untuk Masyarakat yang Sejahtera".
Rangkaian kegiatan BPS 2024 akan berlanjut hingga pelaksanaan 11th Indonesia Shariah Economic Festival (ISEF) dari 30 Oktober hingga 3 November di Jakarta, yang mencakup berbagai kegiatan seperti kick off, talkshow produk pembiayaan syariah, program campaign, promosi produk keuangan syariah, business matching, penjualan produk halal, dan showcasing business dan financing deals.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









