Pakar Kritik Langkah Erick Thohir Borong Dolar Saat Rupiah Melemah: Sangat Tidak Bijak

AKURAT.CO Pakar komunikasi politik, Emrus Sihombing, mengkritik langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, yang meminta BUMN borong dolar padahal nilai dolar sangat tinggi.
"Sangat-sangat tidak bijak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir minta agar sejumlah BUMN besar kita, memborong dolar di tengah harga dolar sedang bertengger tinggi," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (19/4/2024).
Jika terjadi tindakan memborong dolar oleh sejumlah BUMN besar, Emrus menyebut, paling tidak mengandung tiga konsekuensi, salah satunya ekonomu Indonesia terancam semakin memburuk.
Baca Juga: Rupiah Berbalik Menguat 41 Poin ke Rp16.179, BI Intervensi Pasar?
"Pertama, sebagai tindakan antisipasi dan untuk menyelamatkan secara eksklusif BUMN kita ke depan dari gempuran kondisi ekonomi global yang bisa jadi melemah, tanpa memperhitungkan menurunnya kesejahteraan ekonomi rakyat saat ini dan ke depan akibat kenaikan dolar. Tentu ini tidak boleh terjadi di negeri kita yang berdasarkan kebersamaan, kekeluargaan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," beber dia.
Menurutnya, dengan membeli dolar terutama sebagai cadangan, memang membuat BUMN bisa tetap beroperasi sekalipun sangat lamban karena hantaman nilai dolar yang tinggi. Namun, di sisi lain, disadari atau tidak, ekonomi rakyat akan semakin terpuruk.
"Ini tidak sejalan dengan prinsip keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia," sambung Emrus.
Selain itu, menurutnya, tindakan tersebut bisa mendorong perusahaan swasta juga melakukan jal yang sama, sehingga menimbulkan kekhawatiran ekonomi.
"Kedua, permintaan Erick Thohir ini, langsung atau tidak langsung, bisa mendorong para konglomerat (swasta) akan melakukan tindakan memborong beli dolar dalam skala besar untuk melindungi eksistensi bisnisnya saat ini dan ke depan di tengah gempuran meningkatnya nilai dolar terhadap rupiah kita di pasaran," tuturnya.
Baca Juga: Ini Pihak yang Paling Diuntungkan dari Pelemahan Rupiah
"Ketiga, konsekuensinya, semakin sulitnya ditemukan dolar di pasaran di Indonesia. Akibat lanjutannya, membuat harga dolar dalam negeri semakin terbang tinggi," pungkas Emrus.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir, meminta perusahaan pelat merah yang bergantung besar pada bahan baku impor dan memiliki porsi utang luar negeri (dalam dolar AS) dengan jumlah yang besar seperti Pertamina, PLN, BUMN Farmasi, dan MIND ID memborong dolar AS dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
Permintaan dia sampaikan demi meminimalisir dampak gejolak ekonomi dan geopolitik dunia imbas konflik antara Iran dengan Israel belakangan ini. Dampak terutama yang berkaitan dengan pelemahan rupiah hingga ke level Rp16 ribu beberapa hari belakangan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya







