Akhir Pekan Pemilu, IHSG Ditaksir Menguat ke 7.202-7.373

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat ke kisara 7.202-7.373 pada akhir pekan pemilu, Jumat, 16 Februari 2024.
CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan pola gerak IHSG akan baik menyusul sejumlah faktor positif atau upside risk seperti telah terlewatinya pemilu dengan baik, rilis data perekonomian yang telah terarsir juga menunjukkan kondisi perekonomian yang stabil sehingga dapat turut menunjang kenaikan IHSG dalam jangka menengah panjang.
"Serta mulai adanya pembalikan arah rupiah dan masih tercatatnya capital inflow secara ytd turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi menguat ke kisaran 7.202-7.373," ujar William dikutip Jumat (16/2/2024).
Baca Juga: Jeda Pasar, Saham Terafiliasi Prabowo-Gibran Nanjak
Ditambahkan, sejumlah menu saham yang patut dipertimbangkan pada perdagangan hari ini yakni JSMR, TLKM, PWON, ASRI, BSDE, SMRA, CTRA, APLN dan DMAS.
Diketahui, pada perdagangan Kamis (15/2/2024) kemarin, IHSG dibuka lompat 2% lebih di sesi awal meski kemudian memangkas penguatan dan ditutup menguat naik 1,30% ke 7.303,28 di akhir sesi perdagangan.
Kenaikan IHSG kemarin salah satunya dipicu keyakinan investor bahwa pemilu presiden 2024 berpotensi akan satu putaran, berdasarkan data quick count mayoritas lembaga survey yang menyebut pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul di kisaran 56% hingga 59%.
Perdagangan bursa kemarin tercatat ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp16,64 triliun yang melibatkan 21,26 miliar saham dan berpindah tangan 1,48 juta kali. Sebanyak 348 saham menguat, 201 melemah dan 227 lainnya stagnan.
Sementara itu investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) Rp2,73 triliun di seluruh pasar, dengan rincian Rp2,33 triliun dilakukan di pasar reguler dan Rp408 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Sejumlah bank tercatat menjadi menu yang paling diincar asing, termasuk BMRI, BBCA, BBRI dan BBNI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










