Akurat

Ini Profil Asri Karya Lestari (ASLI), Emiten Pertama Yang Melantai di Bursa pada 2024

M. Rahman | 5 Januari 2024, 16:51 WIB
Ini Profil Asri Karya Lestari (ASLI), Emiten Pertama Yang Melantai di Bursa pada 2024

AKURAT.CO Emiten yang bergerak di bidang general contractor, PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 5 Januari 2024. Pencatatan perdana saham (IPO) ASLI merupakan IPO pertama di tahun 2024.

ASLI, yang bergerak pada sektor Infrastruktur dengan sub industri Konstruksi Bangunan membukukan harga penawaran saham Rp100 per lembar dengan jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 6,25 miliar lembar saham setara 20% modal dasar yang harus ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Dengan demikian, kapitalisasi pasar dan dana segar yang berhasil diraih dari IPO mencapai Rp625 miliar.

Direktur Utama Asri Karya Lestasi, Sudjatmiko mengatakan dana yang diperoleh dari IPO ini akan digunakan untuk modal kerja dan mendukung kegiatan operasional perusahaan. IPO disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan ekspansi bisnis, stabilitas keuangan, dan prinsip-prinsip tata kelola dan transparansi yang lebih baik.

Baca Juga: Kaleidoskop Pasar Modal 2023: Pecah Rekor Jumlah IPO, Bursa Karbon hingga Normalisasi Jam Perdagangan

Sudjatmiko mengungkapkan bahwa setelah IPO, ASLI akan mempercepat akuisisi aset dan proyek di tahun 2024. Saat ini, perusahaan aktif terlibat dalam beberapa proyek strategis nasional di Jawa dan Ibu Kota Baru Nusantara (IKN).

Pihaknya telah menandatangani kontrak untuk proyek-proyek di Nusantara, terutama jalan tol. Di Balikpapan-Nusantara, mulai dari tahun lalu, nilai kontraknya mencapai Rp30 miliar. Namun, proyek perseroan beragam tidak hanya di Nusantara. Di Jawa, mereka memiliki proyek-proyek seperti jalan tol Serang-Panimbang, jalan tol Semarang-Demak, jalan tol Probowangi, dan proyek jalan tol layang yang sedang berjalan di Deltamas, Cikarang untuk meningkatkan konektivitas antar kota dan kabupaten.

"Kami berharap ini akan memberikan nilai tambah bagi kami dan para pemangku kepentingan," katanya di Jakarta, Jumat (5/1/2024).

Asri Karya mempertahankan posisi keuangan yang solid per 30 Juni 2023, dengan total aset mencapai Rp382,75 miliar, liabilitas Rp37,09 miliar, dan ekuitas Rp345,66 miliar.

Dari sisi pendapatan dan laba bersih, Asri Karya menunjukkan kinerja yang kuat pada tahun 2022, dengan pendapatan sebesar Rp169,31 miliar dan laba bersih sebesar Rp18,94 miliar. Hal ini mencerminkan pertumbuhan yang cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2021, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp111,66 miliar dan laba bersih sebesar Rp10,08 miliar.

Melihat semester pertama tahun 2023, ASLI melanjutkan lintasan positifnya dengan pendapatan sebesar Rp82,61 miliar dan laba bersih sebesar Rp10,75 miliar per 30 Juni 2023.

Asri Karya memproyeksikan pertumbuhan laba sebesar 30% untuk tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.

Diketahui, saham saham perusahaan mengalami penurunan 16% dari harga pembukaan Rp125 menjadi Rp89 pada penutupan perdagangan Jumat sore. ASLI bergerak dalam bidang general contractor berfokus pada bidang pekerjaan pondasi, erection, bekisting dan pekerjaan jalan serta persewaan alat berat dan industry beton siap pakai melalui perusahaan anak.

ASLI didirikan pada tanggal 20 Desember 2008 di Bekasi. Sebagai wujud dari komitmen Perseroan untuk memberikan jaminan produk dan layanan yang dihasilkan, ASLI telah memiliki sertifikat ISO 9001:2015, 14001:2015, ISO 45001:2018, yang berlaku hingga tanggal 09 Maret 2024.

BEI sendiri menargetkan setidaknya 1.000 perusahaan tercatat pada akhir tahun 2024. Saat ini, jumlah perusahaan yang terdaftar mencapai 903 perusahaan. Sepanjang tahun 2023, pasar modal Indonesia menyambut 79 perusahaan tercatat baru, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp54,14 triliun ($3,5 miliar).

Dengan kata lain, BEI membidik 97 IPO baru di 2024, dimana BEI telah menerima aplikasi dari delapan perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada bulan Januari.

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa