Akurat

Laporan IFDI 2023: Indonesia Masuk Peringkat 3 Terbaik Keuangan Syariah Global

Yosi Winosa | 7 Desember 2023, 14:39 WIB
Laporan IFDI 2023: Indonesia Masuk Peringkat  3 Terbaik Keuangan Syariah Global

AKURAT.CO  Indonesia menduduki peringkat ketiga keuangan syariah terbaik sedunia, berdasarkan laporan Islamic Finance Development Report atau IFDI 2023 oleh London Stock Exchange Group (LSEG) bersama entitas Islamic Development Bank (IsDB), Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD).

Laporan tersebut menunjukan pertumbuhan total aset keuangan syariah global menjadi USD4,5 triliun di 2022, atau tumbuh 11% secara tahunan dibanding tahun 2021 sebesar USD4,06 triliun, terutama didorong oleh sektor perbankan syariah dan pasar sukuk.

Diperkirakan, aset keuangan syariah global akan terus tumbuh menjadi USD6,67 triliun di 2027.

Baca Juga: OJK: Aset Keuangan Syariah Indonesia Tahun 2022 Tumbuh 15,87 Persen

"Aset keuangan syariah terkonsentrasi di GCC atua negara teluk dan Asia Tenggara, dimana Malaysia, Arab Saudi dan Indonesia menduduki peringkat teratas," tulis laporan tersebut dikutip Kamis (7/12/2023).

Dirinci, aset keuangan syariah global mayoritas (72%) atau setara USD3,24 triliun berasal dari perbankan syariah, diikuti sukuk USD788 miliar, instrumen pasar modal syariah seperti reksa dana dan ETF USD220 miliar, lembaga keuangan syariah lainnya USD167 miliar dan takaful USD90 miliar. 

Berdasarkan negaranya, aset keuangan syariah global mayoritas dikempit oleh Iran sebesar USD1,52 triliun, disusul Arab Saudi USD1,02 triliun, Malaysia USD666 miliar, UEA USD277 miliar, Kuwait USD208 miliar, Qatar USD179 miliar dan Indonesia USD148 miliar.

Selain unggul di subindikator pasar sukuk, Indonesia juga diakui akan regulasi terkait keuangan syariah terutama terkait akuntansi, governansi syariah, takaful, instrumen pasar modal syariah serta sandbox finteknya. Indonesia hanya kalah dari Malaysia dan Pakistan soal score regulasi.

Di subindikator pendidikan dan penelitian (jumlah penyedia gelar dan kelas keuangan syariah serta jurnal terkait keuangan syariah) Indonesia menempati peringkat pertama dari 136 negara yang dinilai. Begitupun di subindikator awareness seperti seminar internasional bertajuk keuangan syariah.

Berdasarkan subsektornya, Indonesia secara global juga masih menduduki peringkat 10 besar di semua subsektor keuangan syariah baik perbankan syariah, sukuk, instrumen pasar modal syariah, lembaga keuangan syariah lainnya dan takaful.

Di perbankan syariah misalnya, dengan jumlah aset USD46 miliar Indonesia menduduki peringkat ke-10, setelah Iran USD1,3 triliun, Arab Saudi USd723 miliar, Malaysia USD278 miliar, UEA USD213 miliar, Kuwait USD188 miliar, Qatar USD142 miliar, Bahrain USD96 miliar, Turki USD63 miliar dan Bangladesh USD52 miliar.

Di sukuk, Indonesia dengan jumlah outstanding sukuk USD95 miliar duduk di peringkat ke-3 setelah Malaysia USD300 miliar dan Arab Saudi USD222 miliar.

Di instrumen pasar modal syariah, Indonesia dengan jumlah aset USD3 miliar menduduki peringkat ke-9 setelah Iran USD103 miliar, Malaysia USD32 miliar, Arab Saudi USD32 miliar, Inggris USD21 miliar, Turki USD7 miliar, AS USD6 miliar, Afrika Selatan USD3 miliar dan Luksemburg USD3 miliar.

Sementara di takaful, Indonesia dengan jumlah aset USD3 miliar menduduki peringkat ke-6 setelah Iran USD39 miliar, Arab Saudi USD22 miliar, Malaysia USD13 miliar, Pakistan USD4 miliar dan UEA USD3 miliar.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa