Bitcoin Rebound Di Pekan Ini, Analis Prediksi Tembus Ke USD38 Ribu

AKURAT.CO Harga Bitcoin (BTC) kembali naik dengan rebound sejak 2 hari lalu yang mencapai di kisaran USD34.500. Sehingga BTC kini menargetkan harga untuk menutup pekan ini dengan target menembus level USD38.000 atau Rp591 juta.
Trader Tokocrypto, Fyqieh menjelaskan, walaupun ada hambatan makro, BTC diprediksi akan terus melonjak lebih tinggi. Berdasarkan data inflasi dan penjualan ritel Amerika Serikat (AS) yang dirilis minggu ini sangat mendukung narasi siklus pengetatan The Fed telah berakhir dan siklus penurunan suku bunga akan segera terjadi.
Lebih rinci, Indeks Harga Konsumen (CPI) AS hanya 3,2% secara tahun (year on year/yoy) di Oktober 2023, atau turun dibandingkan dengan September 2023 sebesar 3,7% (yoy). Sedangkan, Indeks Harga Produsen (PPI) untuk bulan Oktober 2023 hanya 1,3% (yoy) atau turun dari 2,2% (yoy) bulan sebelumnya.
Baca Juga: Prospek Bitcoin November 2023, Reli Bakal Berlanjut?
Fyqieh menambahkan, hal ini jauh di bawah perkiraan awal dikisaran 1,9% dan PPI inti juga turun secara tahunan sebesar 2,4% dari 2,7%.
“Inflasi dapat mendukung bitcoin dalam jangka pendek. Ketika inflasi turun, mata uang cenderung lebih stabil nilainya, yang dapat mengurangi daya tarik investasi dalam aset-aset obligasi dan tabungan. Dalam hal ini investor mungkin mencari alternatif lain untuk pertumbuhan modal dan bitcoin,” kata Fyqieh dikutip Kamis (16/11/2023).
Sementara, ketidakpastian ekonomi global sering terkait dengan inflasi yang tinggi. Menurut Fyqieh, beberapa orang mungkin melihat bitcoin sebagai bentuk perlindungan terhadap potensi depresiasi mata uang tradisional. Karena, bitcoin sendiri sifatnya terdesentralisasi dan terbatas dalam pasokannya.
Harapannya EFT Bitcoin spot di AS masih tetap tinggi, untuk menjadi faktor yang menjaga semangat investor agar terus menagkumulasi aset, meskipun terjadi penurunan harga jangka pendek pada bitcoin.
Hingga saat ini, US Securites and Exchange Commission (SEC) masih belum memberikan untuk ETF Bitcoin spot. Jendela waktu persetujuan ini masih berlangsung sampai tanggal 17 November 2023. Sehingga para investor merespons dengan melakukan entry secara bertahap ke dalam bitcoin.
“Harga Bitcoin berhasil meningkat dari USD34.000 (Rp 527 juta) menjadi USD38.000 (Rp 589 juta) dalam waktu singkat. Kepercayaan investor terhadap sentimen positif terkait ETF masih cenderung bullish," ucap Fyqieh.
Kemudian Fyqieh juga menjelaskan, untuk investasi jangka panjang di bitcoin, dibutuhkan pertimbangan yang masuk akal, terutama melihat sebagai peluang masuk pada level yang relatif rendah.
“Proyeksi potensial kenaikan hingga mencapai All-Time High (ATH) sekitar USD120.000 hingga USD150.000 atau sekitar Rp1,8 miliar sampai Rp2,3 miliar dalam siklus bitcoin halving selanjutnya bisa menjadi faktor pendorong keputusan investasi,” ungkap Fyqieh.
Sehingga, sebelum memutuskan investasi, disarankan untuk melakukan analisis menyeluruh dan pertimbangan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pasar kripto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.











