OJK Sebut Jumlah Kantor Cabang Multifinance Terus Naik, Gagal Digitalisasi?

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah kantor cabang perusahaan pembiayaan atau multifinance mencapai 4.311 unit per September 2023, atau tumbuh 1,46% secara tahunan. Padahal, pada Desember 2022 diketahui jumlahnya masih sekitar 4.249 unit.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman mengatakan jumlah kantor cabang multifinance di tahun 2023 memiliki tren yang cukup stabil, meski sudah era digitalisasi.
Jika dirinci, Pulau Jawa menjadi lokasi paling padat keberadaan multifinance dengan total sebanyak 2.106 kantor cabang didirikan, dimana Jawa Barat menjadi provinsi dengan lokasi terbanyak mencapai 718 kantor cabang.
Baca Juga: Jurus Baru ADK OJK Perkuat Pengawasan Multifinance Dan Inovasi Sektor Keuangan
"Hingga akhir Desember 2023, jumlah kantor cabang diproyeksikan masih akan terus naik menjadi 4.332 unti atau mengalami kenaikan sebesar 1,95 persen secara tahunan," kata Agusman dikutip Kamis (2/11/2023).
Menurut Agusman, perkembangan kantor cabang multifinance di era digital diproyeksikan tetap masih akan mengalami pertumbuhan terutama di area-area yang saat ini belum banyak terdapat kantor cabang.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno sebelumnya menyebutkan keberadaan kantor cabang di industri multifinance masih penting mengingat karakter bisnis di perusahaan pembiayaan yang memfasilitasi pembiayaan sepeda motor, mobil bekas, hingga motor bekas yang membutuhkan kantor fisik.
Di samping itu, belum meratanya digitalisasi di Indonesia juga menjadi salah satu alasan bagi perusahaan pembiayaan untuk melebarkan sayapnya melalui penambahan kantor cabang.
"Konteks secara digital belum memungkinkan. Penambahan kantor cabang juga dapat meningkatkan pendapatan dan pembiayaan bagi perusahaan, serta membuka lapangan pekerjaan. Kita harus berpikir secara pragmatis, perusahaan pembiayaan ini membiayai nasabah yang tidak bankable, mereka butuh pembiayaan, cicilan, dan transaksi nggak banyak ke perbankan," kata Suwandi.
Ditambahkan, ekspansi kantor cabang multifinance ke depan akan tergantung dari strategi setiap pemain dalam mengeruk pertumbuhan bisnis. Misalnya, multifinance yang bermain di ritel maka mau tidak mau akan membuka kantor cabang karena harus ada tenaga collector.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










