Hadapi Tantangan Pembiayaan Inklusif Di ASEAN, Bank BUMN Terapkan 3 Strategi Transformasi Ini

AKURAT.CO - Bank BUMN menjalankan tiga strategi transformasi dalam menghadapi pembiayaan inklusif di kancah ASEAN. Tiga strategi yang dimaksud yakni pinjaman digital, pembayaran digital (e-wallet), dan perbankan digital. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Rosan Roeslani di sela plenary session ASEAN Indo Pasific Forum (AIPF).
Menurut Rosan, dengan jangkauan yang luas, BUMN memegang peranan penting dalam mendorong inklusi keuangan melalui keuangan digital khususnya di kota-kota yang kurang terjangkau. Selama beberapa tahun terakhir, BUMN telah meningkatkan katalis, memulai inisiasi yang visioner dan membentuk kolaborasi yang strategis untuk mentransformasi layanan keuangan digital Indonesia dalam berbagai aspek.
Dari perspektif ASEAN, dalam beberapa tahun terakhir, ektor keuangan digital ASEAN juga telah bertransformasi yang utamanya diarahkan untuk memperkuat inklusi keuangan bagi konsumen dan UMKM. Pertumbuhan dalam bidang ini sangat kuat dengan peningkatan volume pembayaran digital. Sementara itu, lanskap pinjaman digital juga tidak ketinggalan dan diperkirakan akan tumbuh secara signifikan pada tahun 2030.
Baca Juga: IMF Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi ASEAN 4,9 Persen Di 2023
"Inklusi keuangan bukan sekadar tujuan dari ekonomi saja, melainkan juga unutk kepentingan sosial. Kami sangat berharap, diskusi dalam forum ini akan menghasilkan solusi terhadap tantangan inklusivitas keuangan yang kita hadapi di kawasan, untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan di Kawasan ASEAN,” kata Rosan dikutip Rabu (6/9/2023).
Dirinci, dalam mentransformasi pinjaman digital, BRI, Bank Mandiri dan Bank BNI telah meluncurkan platform pinjaman digital yang memungkinkan individu yang tidak memiliki riwayat pinjaman dapat mengakses layanan keuangan secara digital. Inisiatif ini memberikan dampak yang signifikan terhadap inklusi keuangan, misalnya pinjaman digital BRI yang tumbuh 146% dalam waktu satu tahun di periode 2021 hingga 2022 dengan nilai pinjaman USD125 juta kepada jutaan peminjam dalam 3 kuartal pertama di tahun 2022.
Sementara untuk pembayaran digital (e-wallet), beberapa BUMN juga telah memperluas layanan pembayaran melalui platform e-money bagi pelanggan.
Terakhir, untuk perbankan digital, Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN juga telah membangun solusi perbankan digital, salah satunya mobile banking BNI yang telah tumbuh 59,6% year on year menjadi 7,8 juta pengguna pada tahun 2020.
Tambahan informasi, pembiayaan inklusif menjadi sorotan utama dalam AIPF kali ini. Tak dipungkiri, ASEAN yang merupakan rumah bagi lebih dari 650 juta penduduk dan 70 juta UMKM tengah menghadapi tantangan inklusivitas keuangan yang dignifikan. Tingkat kesadaran Masyarakat untuk melakukan transaksi dan menggunakan jasa layanan bank masih rendah dengan persentase hingga 70% penduduk yang tidak menggunakan layanan perbankan. Tidak hanya itu, sekitar 39 juta dari 70 juta UMKM bahkan mengalami kekurangan pendanaan yang cukup besar dengan nilai USD300 miliar setiap tahunnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 6Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Link Download Kalender 2027 PDF Lengkap dengan Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








