Akurat

Target Bitcoin Dipangkas, Pasar Derivatif Makin Bearish

Esha Tri Wahyuni | 15 Februari 2026, 20:10 WIB
Target Bitcoin Dipangkas, Pasar Derivatif Makin Bearish

AKURAT.CO Tekanan terhadap Bitcoin tidak hanya datang dari faktor makro, tetapi juga dari revisi proyeksi lembaga keuangan global.

Standard Chartered kembali menyesuaikan target harga Bitcoin untuk 2026, untuk kedua kalinya dalam tiga bulan terakhir.

Awalnya, bank tersebut memproyeksikan harga Bitcoin berpotensi mencapai USD300.000 hingga akhir tahun. Target itu kemudian direvisi menjadi USD150.000, dan terbaru berada di kisaran USD100.000.

Baca Juga: Goldman Sachs Wanti-wanti Aksi Jual Besar Guncang Saham hingga Bitcoin

Mengutip dari laman Bloomberg, Kepala Penelitian Aset Digital dan FX Barat di Standard Chartered Bank, Geoffrey Kendrick menyatakan kemungkinan penurunan harga lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Dirinya menyoroti arus keluar dari dana ETF berbasis kripto dan latar belakang makroekonomi yang melemah sebagai faktor utama.

Di pasar derivatif, tekanan bearish juga terlihat. Data menunjukkan lebih dari USD1 miliar taruhan penurunan harga ditempatkan di Deribit.

Sedangkan rasio put/call sebesar 0,76 menandakan lebih banyak kontrak call yang akan kedaluwarsa dibandingkan put, namun sentimen keseluruhan tetap cenderung negatif.

Analis dari Laevitas mencatat aktivitas pembelian opsi put dengan harga strike lebih tinggi serta penjualan put pada strike lebih rendah dengan tenor sama. Strategi ini mencerminkan ekspektasi volatilitas lanjutan.

Baca Juga: Bitcoin Anjlok ke US$60.000, Indodax: Likuidasi Besar Jadi Pemicu Utama

Dalam periode yang sama, pasar kripto global disebut telah kehilangan hampir USD2 triliun nilai kapitalisasi. Upaya rebound harga kerap tertahan oleh minimnya permintaan spekulatif.

Dengan kombinasi revisi proyeksi, tekanan ETF, dan aktivitas derivatif yang defensif, pasar kini menghadapi fase konsolidasi yang belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.