Bitcoin Melemah 30 Persen, Sentimen The Fed Tekan Pasar Kripto

AKURAT.CO Bitcoin masih berada dalam tren pelemahan hingga pertengahan Februari 2026 dan menjauh dari level USD66.000.
Mengutip dari laman coinbase, harga bitcoin bergerak di kisaran USD65.990 hingga USD66.028. Secara year to date, Bitcoin telah terkoreksi sekitar 30,5% dibandingkan posisi Januari lalu.
Tekanan makroekonomi menjadi faktor dominan. Data tenaga kerja Amerika Serikat yang relatif solid memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Sikap hati-hati bank sentral tersebut menahan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Baca Juga: Goldman Sachs Wanti-wanti Aksi Jual Besar Guncang Saham hingga Bitcoin
Laporan Coinpaper menyebut Indeks Pasar Gabungan Bitcoin (BCMI) turun ke kisaran 0,2. Level tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa pelemahan saat ini bukan sekadar koreksi teknikal, melainkan berpotensi mencerminkan tekanan struktural yang lebih dalam.
Sebelumnya, Bitcoin juga tercatat sempat berada di sekitar 50% dari posisi tertingginya (all time high/ATH) pada Oktober 2025. Dalam sepekan terakhir, harga bahkan menyentuh level USD60.033 sebelum mencoba rebound.
Data Coinglass menunjukkan pasar kripto masih berada di zona bearish. Nilai kapitalisasi aset digital dilaporkan turun sekitar USD125 miliar sejak awal pekan, sebagaimana dikutip CryptoPotato.
Baca Juga: Bitcoin Anjlok ke US$60.000, Indodax: Likuidasi Besar Jadi Pemicu Utama
Di sisi lain, sebanyak 38.000 kontrak opsi Bitcoin senilai USD2,5 miliar dijadwalkan kedaluwarsa pada Jumat waktu AS lalu.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan volatilitas jangka pendek, terutama di tengah belum pulihnya kepercayaan investor.
Sejumlah analis menilai selama belum ada perubahan arah kebijakan moneter global, Bitcoin masih menghadapi tekanan.
Pasar kini menanti sinyal baru dari data inflasi dan kebijakan bank sentral untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









