Penerimaan Shortfall, Menkeu Jamin Defisit APBN 2025 Tetap Aman

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 tetap terjaga di bawah ambang batas 3% terhadap produk domestik bruto (PDB), meski penerimaan negara diproyeksikan mengalami shortfall.
Purbaya menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal sesuai amanat undang-undang.
“Kami kendalikan di bawah 3 persen, jadi kami nggak akan melanggar undang-undang,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ajak Golkar Bersinergi Jaga Ekonomi Nasional: Masa Depan Ada di Tangan Kita
Awalnya, penerimaan negara pada 2025 ditargetkan mencapai Rp3.005,1 triliun. Namun, proyeksi tersebut kemudian disesuaikan menjadi Rp2.865,5 triliun atau setara 95,4% dari target awal.
Seiring penyesuaian tersebut, proyeksi defisit APBN juga mengalami koreksi dari semula 2,53% terhadap PDB menjadi 2,78% PDB.
Berdasarkan realisasi terakhir per akhir Oktober 2025, pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.113,3 triliun atau sekitar 73,7% dari target proyeksi. Sementara itu, defisit anggaran berada di level 2,02% PDB.
Purbaya menyebut angka shortfall penerimaan negara hingga akhir tahun masih bersifat dinamis dan belum bisa dipastikan. Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah pengendalian agar tekanan penerimaan tidak berdampak signifikan terhadap defisit.
Baca Juga: Menkeu: Presiden Prabowo Kecewa Belanja Daerah Rawan Kebocoran, TKD Terancam Tak Naik
“Kan ada usaha-usaha untuk dua bulan terakhir ya. Jadi (shortfall) melebar, tapi nggak melebar parah,” ucapnya.
Ia menambahkan, pengelolaan fiskal akan dilakukan secara lebih aktif ke depan, terutama pada sektor perpajakan, guna memastikan kesinambungan APBN tetap terjaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








