Tiga Narasi Kripto Menggemparkan Pasar Jelang 2026, Yuk Simak!

AKURAT.CO Tiga narasi utama tengah mengemuka dan menjadi sorotan utama dalam ekosistem kripto sepanjang Desember. Perkembangan ini diperkirakan tidak hanya membentuk arah pasar di penghujung 2025, tetapi juga membuka babak baru yang dapat menentukan dinamika industri hingga memasuki tahun 2026.
Narasi tersebut meliputi lonjakan penggunaan kartu pembayaran berbasis kripto, meningkatnya perhatian Washington terhadap sektor robotika, serta kebangkitan kembali pasar prediksi yang mencatat pertumbuhan volume transaksi signifikan.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (7/12/2025) pada November, pembayaran menggunakan kartu kripto mencapai titik tertinggi dalam sejarah. Data peneliti independen Stacy Muur menunjukkan bahwa total volume transaksi kartu kripto menembus angka USD406 juta atau setara lebih dari Rp6 triliun. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa neobank berbasis Web3 mulai memasuki arus utama layanan keuangan.
Baca Juga: PINTU Gandeng Tiket.com Perluas Edukasi Kripto ke Berbagai Industri
Platform Rain menjadi pemain terbesar dengan volume USD240 juta, disusul RedotPay sebesar USD91 juta, dan ether.fi Cash di angka USD36 juta. Beberapa platform yang mencatat pertumbuhan mencolok antara lain Rain (+22%), Ready atau sebelumnya dikenal sebagai Argent (+58%), serta Ether.fi (+9%). Di sisi lain, MetaMask justru turun 30%, menandakan adanya pergeseran minat pengguna.
Platform analisis Paymentscan juga melaporkan rekor volume harian tertinggi senilai USD5 juta dalam transaksi kartu kripto. Kenaikan ini menunjukkan bahwa adopsi kartu kripto tidak lagi sekadar tren, tetapi mulai menjadi bagian dari gaya hidup digital pengguna.
Sejalan dengan meningkatnya transaksi kartu kripto, token dari neobank Web3 berkapitalisasi kecil seperti AVICI, CYPR, dan MACHINES mulai mencuri perhatian analis. Fitur-fitur seperti kemampuan pembayaran langsung, sistem penyimpanan aset mandiri, hingga imbal hasil dari akun kripto membuat token-token ini dinilai masih berada pada level undervalued.
Para analis melihat sektor neobank Web3 sebagai salah satu area yang berpotensi tumbuh pesat, terutama jika adopsi penggunaan kartu kripto terus menguat pada 2026.
Narasi besar lainnya datang dari Amerika Serikat. Pemerintahan Trump dikabarkan mulai mengalihkan fokus teknologi dari kecerdasan buatan (AI) ke pengembangan robotika. Laporan Politico menyebutkan bahwa Menteri Perdagangan Howard Lutnick telah menyampaikan dukungan penuh untuk memperluas sektor robotika nasional setelah pertemuan dengan sejumlah CEO industri robotika.
Baca Juga: Kompetisi Trading Kripto Global Digelar, Total Hadiah Tembus 1 Juta USDT
Perubahan fokus ini segera memicu reaksi pelaku pasar kripto. Analis kripto HK mengungkapkan bahwa ia mulai mengakumulasi token terkait robotika, seperti PEAQ, yang dinilai menarik untuk strategi akumulasi bertahap (dollar-cost averaging/DCA).
Jika kebijakan robotika menjadi prioritas pada 2025, ekosistem blockchain untuk otomatisasi, koordinasi mesin, dan identitas mesin diperkirakan menjadi sektor yang paling diuntungkan.
Pengamat menilai bahwa tren robotika ini bisa menjadi kelanjutan dari fenomena token AI pada 2023–2024 yang mengalami kenaikan nilai signifikan. Perbedaannya, sektor robotika dinilai memiliki orientasi yang lebih kuat terhadap aplikasi industri dan perangkat keras, sehingga memiliki nilai utilitas yang lebih jelas.
Kombinasi antara kemajuan teknologi robotika dan sistem blockchain berpotensi membuka ruang kolaborasi baru untuk pengembangan mesin yang lebih cerdas dan aman.
Narasi ketiga datang dari sektor yang sempat stagnan: pasar prediksi (prediction market). Laporan BeInCrypto menunjukkan platform Opinion.Trade mencatat volume mingguan mencapai USD1,5 miliar atau rata-rata USD132,5 juta per hari. Dengan angka tersebut, platform ini sempat menguasai 40,4% pangsa pasar, melampaui Kalshi dan Polymarket.
Kenaikan ini didorong dua faktor utama: model prediksi berbasis AI serta infrastruktur biaya rendah (low fee) yang didukung jaringan BNB Chain. Integrasi Polymarket pada Oktober dan peluncuran mainnet Opinion Labs turut memperkuat momentum sektor ini.
Tak hanya itu, langkah mantan CEO Binance, CZ, yang kembali ke sektor ini dengan meluncurkan platform prediksi baru melalui YZiLabs di BNB Chain ikut memanaskan kompetisi. Trust Wallet pun mengintegrasikan alat prediksi untuk 220 juta penggunanya melalui kemitraan dengan Kalshi, Polymarket, dan Myriad.
Data CoinGecko menunjukkan kapitalisasi pasar sektor prediction market kini mencapai USD2,23 miliar, dengan volume perdagangan harian USD49,2 juta. Aset yang mengalami kenaikan meliputi Limitless, Drift Protocol, dan Rain.
Analis melihat kondisi saat ini mirip dengan periode awal kebangkitan DeFi pada 2021. Banyak proyek di sektor prediksi masih berada pada tahap pengembangan awal dan belum dikenal luas, sehingga memberikan peluang bagi investor untuk menemukan proyek dengan potensi pertumbuhan besar.
Dengan tiga narasi kuat yang mengemuka yaitu rekor transaksi kartu kripto, fokus baru Washington pada robotika, dan booming pasar prediksi pada Desember dipandang sebagai titik balik penting bagi pasar kripto global.
Investor kini menatap kuartal pertama 2026 dengan ekspektasi tinggi terhadap pembaruan regulasi, peluncuran kartu kripto baru, serta daftar proyek prediction market yang siap melantai di pasar. Kombinasi ini dinilai dapat menjadi motor penggerak pasar kripto memasuki tahun baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










