Investor Kripto Terjebak di Zona Extreme Fear 8 Hari Beruntun, Bitcoin Alami Koreksi Terdalam
Hefriday | 20 November 2025, 06:15 WIB

AKURAT.CO Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan.
Sejumlah analis menilai koreksi yang terjadi saat ini merupakan yang terdalam sepanjang siklus pasar berjalan, seiring sentimen investor yang terus melemah dalam beberapa pekan terakhir.
Pada perdagangan Selasa (18/11/2025), Bitcoin sempat jatuh menembus level USD90.000, posisi terendah dalam 6 bulan terakhir.
Meski begitu, aset kripto dengan kapitalisasi terbesar itu sempat mencatat pemulihan tipis. Berdasarkan data BeInCrypto Markets, BTC diperdagangkan di kisaran USD91.460 pada Selasa (19/11/2025), naik tipis 0,10% dalam 24 jam terakhir.
Dikutip dari beberapa sumber, pada Kamis (20/11/2025) pagi, BTC diperdagangkan memerah USD1.848,91 (1,99%) ke level USD91.088,04. Analis on-chain, Maartunn menyebut koreksi ini sebagai yang paling dalam di siklus pasar saat ini. Dalam unggahan di platform X, ia menyoroti perubahan struktur pasar yang membuat tekanan jual lebih dominan.
Sentimen negatif tersebut tercermin jelas dari Crypto Fear & Greed Index. Selama delapan hari berturut-turut hingga 19 November, indeks itu bertahan di zona Extreme Fear, menandakan pelaku pasar memilih berhati-hati dan menghindari pengambilan risiko besar.
Coin Bureau mencatat rangkaian ketakutan ekstrem ini merupakan yang terpanjang sejak kejatuhan bursa kripto FTX pada 2022.
Situasi tersebut memunculkan perdebatan tajam di kalangan analis. Sebagian melihat kondisi ini sebagai tanda awal pasar bearish berkepanjangan. Namun, sebagian lain menilai tekanan saat ini justru berpotensi menjadi dasar penguatan baru.
Selain itu, analis Alphractal menyebut bahwa sentimen negatif ekstrem bisa dibaca dua arah. Dalam periode bullish, kondisi tersebut kerap menjadi sinyal titik terendah lokal sebelum pemulihan.
Tetapi dalam pasar bearish, ketakutan ekstrem justru berpotensi mendorong penurunan lanjutan.
Mister Crypto, dalam analisis mendalamnya, menyampaikan bahwa pasar bullish berpotensi selesai. Ia menyoroti sejumlah indikator teknis dan pola siklus empat tahunan yang dianggap selaras dengan puncak pasar sebelumnya.
Dirinya juga mencatat adanya aksi jual dari pemegang Bitcoin jangka panjang serta pola distribusi Wyckoff yang dianggap sudah tuntas.
Prediksi lebih ekstrem diutarakan investor dan trader Philakone. Ia memperkirakan Bitcoin bisa jatuh hingga USD35.000 pada akhir tahun depan, mengacu pada pola pasar bearish 2014, 2018, dan 2022 yang sama-sama mengalami penurunan hingga 86% dari puncak harga.
Meski begitu, sejumlah analis institusional tetap optimistis. Tokoh seperti Tom Lee dan Matt Hougan menilai fase koreksi ini tidak menunjukkan tanda-tanda akhir pasar bullish.
Mereka melihat kemungkinan bahwa Bitcoin sedang membentuk dasar baru dan berpotensi memulai reli pemulihan dalam waktu dekat.
Hougan menuturkan bahwa sejarah menunjukkan pola penguatan biasanya dimulai setelah fase ketakutan ekstrem. “Tidak berarti harga langsung menuju rekor baru, tetapi dasar lokal biasanya sudah terbentuk sebelum pasar bergerak naik,” ujarnya.
Dengan pandangan yang terpecah tajam, arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa pekan mendatang masih menjadi tanda tanya besar.
Pasar kini menunggu apakah koreksi ini merupakan awal dari tren turun yang lebih dalam atau justru titik balik sebelum kenaikan berikutnya. Hanya dinamika pasar selanjutnya yang akan memberikan jawaban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










