Dianggap Tidak Fair, Menkeu Kritik Standar Ganda Lembaga Pemeringkat Global

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu). Purbaya Yudhi Sadewa menilai lembaga pemeringkat internasional bersikap tidak adil terhadap Indonesia dalam menilai risiko utang.
Purbaya menegaskan bahwa Indonesia masih konsisten menjaga defisit anggaran di bawah 3% dan rasio utang pada kisaran 40% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini jauh lebih baik dibandingkan sejumlah negara maju.
“Hampir semua negara Eropa melanggar. Amerika defisitnya sekitar 6 persen, rasio utangnya di atas 100 persen. Seandainya kita kepepet, kenapa mereka boleh, kita enggak boleh?” kata Purbaya.
Menurutnya, meski kondisi fiskal Indonesia relatif sehat, peringkat utang Indonesia masih berada di level BBB+. Sementara itu, beberapa negara dengan kondisi fiskal lebih buruk tetap mendapatkan predikat lebih tinggi.
“Lembaga-lembaga rating itu enggak fair. Saya pernah debat dengan mereka. Eropa banyak yang dapat peringkat E dengan utang seperti itu, kita lebih bagus kondisinya,” ujarnya.
Purbaya menekankan bahwa kredibilitas Indonesia tidak hanya ditentukan oleh angka defisit maupun rasio utang, melainkan juga oleh rekam jejak pembayaran utang yang konsisten.
“Kita tidak pernah gagal bayar. Itu harusnya menjadi indikator utama,” katanya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Siap Sidak Coretax Demi Transparansi Pajak
Dirinya berharap lembaga pemeringkat dapat melihat kondisi Indonesia secara lebih objektif, mengingat fundamental ekonomi nasional masih kuat dan cadangan devisa cukup untuk menopang kebutuhan fiskal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









