Arthur Laffer Usul Flat Tax dan Batasi Peran Negara demi Pertumbuhan Ekonomi

AKURAT.CO Ekonom senior Amerika Serikat, Arthur Laffer, mengusulkan agar Indonesia mempertimbangkan kebijakan flat tax atau tarif pajak tetap untuk semua kelompok pendapatan sebagai strategi mencapai kemakmuran.
Menurut Laffer, sistem ini akan menciptakan netralitas pajak, memperluas basis pajak, serta mendorong pertumbuhan investasi dan bisnis.
“Flat tax sangat penting karena tidak mendiskriminasi orang-orang sukses. Anda perlu sistem dengan tarif rendah, berbasis luas, dan netral,” ujar Laffer saat berbicara di forum Economic Update 2025 di Jakarta, Rabu (19/6/2025).
Baca Juga: Beri Diskon Besar-besaran, Pramono Ajak Warga Taat Bayar Pajak: Tak Ada Lagi yang 'Kebal Pajak'
Laffer juga mengkritik peran pemerintah yang dinilainya terlalu dominan dalam sektor ekonomi.
Oleh karena itu dirinya menyarankan agar pemerintah melakukan penghematan anggaran, membatasi regulasi, dan lebih banyak memberikan ruang kepada sektor swasta untuk bergerak.
“Biarkan sektor swasta melakukan semua yang mereka bisa. Pemerintah hanya perlu hadir di sektor-sektor yang benar-benar dibutuhkan,” tegasnya.
Baca Juga: HUT Jakarta ke-498, Pramono Beri Diskon Pajak Sektor Hotel dan Restoran hingga 50 Persen
Usulan Laffer tersebut menuai respons kritis dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang menilai kebijakan flat tax justru mengabaikan realitas ketimpangan pendapatan di Indonesia. Perdebatan ini mencerminkan perbedaan tajam antara pendekatan neoliberalisme fiskal dan kebijakan distribusi progresif yang kini dipegang pemerintah Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








