Akurat

Sektor Jasa Keuangan RI Terjaga, OJK Beberkan Datanya

Silvia Nur Fajri | 13 Mei 2024, 17:48 WIB
Sektor Jasa Keuangan RI Terjaga, OJK Beberkan Datanya

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengungkapkan kondisi terkini sektor keuangan dalam Rapat Dewan Komisioner bulan April 2024. Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, stabilitas sektor jasa keuangan masih terjaga meski ekonomi global masih terperangkap dalam ketidakpastian yang dipicu oleh ketegangan geopolitik.

Hal tersebut disampaikannya di sela Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDK Bulanan April 2024, Senin (13/5/2024).

"Stabilitas jasa keuangan nasional masih terjaga dengan kinerja intermediasi yang kontributif dan didukung oleh likuiditas yang memadai serta permodalan yang kuat di tengah ketidakpastian global," katanya.

Baca Juga: Biar Rekening Aman dari Pembobolan, Simak 6 Tips dari OJK Berikut

Dijelaskan, di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 mencapai 5,11% YoY, naik dari kuartal sebelumnya yang sebesar 5,04% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah yang meningkat secara signifikan.

Mahendra menekankan pentingnya memperhatikan normalisasi pertumbuhan ekonomi pasca-Pemilu dan Ramadan, serta penyesuaian harga komoditas yang dapat mempengaruhi kinerja ekspor.

Sementara itu tekanan di pasar saham global turut berdampak pada pasar saham domestik di bulan April 2024, dengan IHSG terkoreksi 0,53% ytd ke level 7.234,20 (melemah 0,75% mtd), dengan indeks pasar obligasi ICBI melemah 0,33% ytd ke level 373,40.

Meski demikian, penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif, tercatat nilai Penawaran Umum sebesar Rp77,64 triliun dengan 17 emiten baru.  Sementara itu, masih terdapat 138 pipeline Penawaran Umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp54,33 triliun.

Di tengah volatilitas pasar keuangan global, kinerja industri perbankan Indonesia per Maret 2024 tetap resilien dan stabil didukung oleh tingkat profitabilitas ROA sebesar 2,62% (Februari 2024 2,52%) dan NIM sebesar 4,59% (Februari 2024 4,49%).

Permodalan (CAR) perbankan masih di level yang relatif tinggi yaitu sebesar 26% (Februari 2024 27,73%), menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi ketidakpastian global.

Dari sisi kinerja intermediasi, pada Maret 2024, secara mtm kredit mengalami peningkatan sebesar Rp150 triliun, atau tumbuh sebesar 2,12% mtm. Adapun secara tahunan, kredit melanjutkan catatan double digit growth sebesar 12,4% (yoy) menjadi Rp7.245 triliun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.