Sektor Jasa Keuangan RI Terjaga, OJK Beberkan Datanya

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengungkapkan kondisi terkini sektor keuangan dalam Rapat Dewan Komisioner bulan April 2024. Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, stabilitas sektor jasa keuangan masih terjaga meski ekonomi global masih terperangkap dalam ketidakpastian yang dipicu oleh ketegangan geopolitik.
Hal tersebut disampaikannya di sela Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDK Bulanan April 2024, Senin (13/5/2024).
"Stabilitas jasa keuangan nasional masih terjaga dengan kinerja intermediasi yang kontributif dan didukung oleh likuiditas yang memadai serta permodalan yang kuat di tengah ketidakpastian global," katanya.
Baca Juga: Biar Rekening Aman dari Pembobolan, Simak 6 Tips dari OJK Berikut
Dijelaskan, di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 mencapai 5,11% YoY, naik dari kuartal sebelumnya yang sebesar 5,04% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah yang meningkat secara signifikan.
Mahendra menekankan pentingnya memperhatikan normalisasi pertumbuhan ekonomi pasca-Pemilu dan Ramadan, serta penyesuaian harga komoditas yang dapat mempengaruhi kinerja ekspor.
Sementara itu tekanan di pasar saham global turut berdampak pada pasar saham domestik di bulan April 2024, dengan IHSG terkoreksi 0,53% ytd ke level 7.234,20 (melemah 0,75% mtd), dengan indeks pasar obligasi ICBI melemah 0,33% ytd ke level 373,40.
Meski demikian, penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif, tercatat nilai Penawaran Umum sebesar Rp77,64 triliun dengan 17 emiten baru. Sementara itu, masih terdapat 138 pipeline Penawaran Umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp54,33 triliun.
Di tengah volatilitas pasar keuangan global, kinerja industri perbankan Indonesia per Maret 2024 tetap resilien dan stabil didukung oleh tingkat profitabilitas ROA sebesar 2,62% (Februari 2024 2,52%) dan NIM sebesar 4,59% (Februari 2024 4,49%).
Permodalan (CAR) perbankan masih di level yang relatif tinggi yaitu sebesar 26% (Februari 2024 27,73%), menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi ketidakpastian global.
Dari sisi kinerja intermediasi, pada Maret 2024, secara mtm kredit mengalami peningkatan sebesar Rp150 triliun, atau tumbuh sebesar 2,12% mtm. Adapun secara tahunan, kredit melanjutkan catatan double digit growth sebesar 12,4% (yoy) menjadi Rp7.245 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







