Sektor Perumahan Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

AKURAT.CO Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah, menyatakan sektor perumahan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut perhitungannya, kontribusi sektor ini bisa mencapai 1 hingga 1,3% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional setiap tahun.
“Dengan tiga program utama di sektor perumahan, kami telah menghitung total perputaran ekonomi di sektor ini bisa mencapai sekitar Rp310 triliun per tahun. Kontribusi ini berpotensi memberikan tambahan pertumbuhan sekitar 1 sampai 1,3 persen dari target 8 persen yang dijanjikan Presiden Prabowo,” ujar Fahri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Dirinya juga menjelaskan, bahwa pemerintah telah menetapkan tiga prioritas utama dalam kebijakan perumahan nasional.
Baca Juga: Pesan Presiden Prabowo ke Kementerian PKP: Murahkan Harga Rumah!
Pertama, renovasi dua juta rumah yang akan dimulai pada tahun anggaran mendatang dengan alokasi dana sekitar Rp43 triliun. Program ini ditujukan untuk masyarakat yang telah memiliki rumah, khususnya di desa, namun membutuhkan perbaikan agar layak huni.
Prioritas kedua adalah pembangunan satu juta rumah baru melalui kemitraan strategis dengan sektor swasta. Fokus utamanya adalah pada restorasi kawasan kumuh dan penyediaan hunian layak di perkotaan.
Pemerintah berharap kolaborasi ini dapat mempercepat penanganan masalah perumahan, terutama di wilayah padat penduduk.
Sementara itu, prioritas ketiga mencakup penataan kawasan pesisir dan pembangunan rumah vertikal. Program ini akan memprioritaskan sekitar 10% wilayah pesisir Indonesia, sejalan dengan target pengurangan backlog perumahan nasional yang saat ini mencapai 20 juta unit.
Menurut Fahri, strategi yang disiapkan tidak hanya bertujuan mengurangi backlog perumahan, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian.
“Ketiga program ini akan menggerakkan sektor konstruksi, bahan bangunan, penyerapan tenaga kerja, hingga investasi swasta. Dampaknya akan langsung terasa terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Baca Juga: Kementerian PKP Ingin Renovasi 2 Juta Rumah di 2026, Fokus ke Desa hingga Pesisir
Selain manfaat ekonomi, Fahri menegaskan bahwa program perumahan ini juga akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat infrastruktur sosial, dan mendukung pemerataan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12% secara tahunan (year on year) dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp5.947 triliun.
Secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,04% dibanding kuartal sebelumnya. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus meningkat melalui optimalisasi sektor-sektor strategis, termasuk perumahan.
Fahri optimistis, jika program perumahan ini dijalankan konsisten dan melibatkan partisipasi swasta, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dapat semakin besar, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan hunian layak bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










