AHY: Negara Tidak Bisa Hadapi Krisis Iklim Sendiri, Perlu Kolaborasi Global

AKURAT.CO Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) sekaligus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Daerah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerukan pentingnya kerja sama lintas negara dan lembaga dalam menghadapi dampak krisis iklim yang kian mengancam umat manusia.
Dalam forum akademik internasional bertajuk "Sustainable Growth with Equity" yang digelar The Yudhoyono Institute (TYI) bersama Stanford University, AHY menegaskan bahwa tidak ada satu negara pun yang mampu menghadapi krisis iklim secara mandiri.
“Tidak ada negara sebesar apa pun bisa berdiri dan bekerja sendirian. Kita harus membangun kerja sama strategis dan tentunya membutuhkan terobosan-terobosan, baik secara teknologi maupun dukungan kapital,” ujar AHY di hadapan akademisi, diplomat, menteri, hingga praktisi kebijakan.
AHY menyoroti perlunya pendekatan lintas sektor yang tidak hanya berbasis akademik, tetapi juga menjembatani kebijakan konkret di pemerintahan dan masyarakat sipil.
Forum TYI-Stanford, menurutnya, menjadi ruang penting untuk menyatukan pandangan dan melahirkan rekomendasi kebijakan.
“Forum ini tidak semata sebagai diskusi internal, tetapi juga untuk melahirkan rekomendasi kebijakan yang bisa dimanfaatkan para pemangku kepentingan,” tambahnya.
Baca Juga: Menko AHY Bentuk Satgas Khusus untuk Percepatan Proyek NCICD
Dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keadilan sosial, AHY berharap Indonesia dan negara-negara lainnya bisa bersinergi dalam membangun masa depan yang lebih aman, adil, dan lestari bagi generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










