Dianggap Terlalu Lama, Erick Ingin Waktu Tempuh Kereta Bandara Soetta Jadi 35 Menit
Hefriday | 7 Januari 2025, 18:44 WIB

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bertemu dengan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk membahas peningkatan ekosistem transportasi di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat bahwa transportasi yang terintegrasi di darat, laut, dan udara menjadi kunci dalam menekan biaya distribusi dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
“Dengan ekosistem transportasi yang baik, biaya distribusi dapat ditekan sehingga harga barang menjadi lebih kompetitif. Hal ini memungkinkan Indonesia bersaing dengan negara lain,” ujar Erick di Jakarta, Selasa (7/1/2025).
Erick menegaskan sinergi ini diperlukan untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8%. Peningkatan ekosistem transportasi dianggap sebagai langkah strategis untuk mencapai target tersebut.
Salah satu hal yang menjadi sorotan Erick adalah pentingnya efisiensi dalam layanan transportasi publik. Salah satu fokus utamanya adalah peningkatan waktu tempuh Kereta Bandara Soekarno-Hatta menuju pusat kota Jakarta. Saat mencoba layanan tersebut, Erick menyebutkan bahwa waktu tempuh 50 menit saat ini masih bisa diperbaiki.
“Kami sedang berhitung untuk memangkas waktu tempuh menjadi 40 menit atau bahkan 35 menit. Konektivitas antara bandara dan pusat kota harus benar-benar terintegrasi agar dapat menjadi pilihan utama masyarakat,” ungkap Erick.
Ia optimistis bahwa rencana ini bisa terealisasi dalam waktu enam bulan ke depan. Menurutnya, efisiensi ini tidak hanya akan meningkatkan daya tarik kereta bandara, tetapi juga menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memperbaiki kualitas transportasi publik.
Asal tahu, pertemuan ini juga melibatkan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan yang dipimpin oleh Menteri Dudy Purwagandhi.
Erick kemudian menyebutkan integrasi antara moda transportasi darat, laut, dan udara menjadi prioritas agar pengiriman barang lebih cepat dan biaya logistik lebih efisien. Khusus untuk transportasi udara, Erick melihat potensi besar dalam memperkuat konektivitas antarbandara di Indonesia.
Hal ini termasuk pengembangan fasilitas pendukung seperti kereta bandara yang efisien dan layanan logistik udara. Melalui berbagai langkah tersebut, Erick berharap transportasi nasional tidak hanya menjadi lebih efektif, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Pembangunan ekosistem transportasi adalah fondasi penting untuk memastikan Indonesia mampu bersaing di era global,” tukasnya.
Sementara itu, AHY menilai pengembangan ekosistem transportasi tidak hanya penting bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk meningkatkan mobilitas masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan jaringan transportasi yang lebih terintegrasi, daerah-daerah yang selama ini sulit diakses diharapkan dapat lebih terkoneksi dan mendukung pemerataan pembangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar







