Akurat Logo

Unjuk Gigi di SIAL Food and Drinks 2026, Paviliun Korea Gebrak Jakarta Lewat Tren K-Food Halal dan Kuliner Pedas

Nuzulul Karamah | 8 November 2026, 20:00 WIB
Unjuk Gigi di SIAL Food and Drinks 2026, Paviliun Korea Gebrak Jakarta Lewat Tren K-Food Halal dan Kuliner Pedas
Unjuk Gigi di SIAL Food & Drinks 2026, Paviliun Korea Gebrak Jakarta Lewat Tren K-Food Halal dan Kuliner Pedas. - Cr: Istimewa

AKURAT.CO Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (aT) sukses menyulap ajang pameran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 di Jakarta pada 4-6 November menjadi panggung utama ragam kuliner khas Negeri Ginseng.

​Melalui pengoperasian Paviliun Korea, sebanyak 30 perusahaan pengekspor makanan asal Korea Selatan berpartisipasi memamerkan lini produk unggulan mereka, mulai dari saus, mi, minuman, snack, hingga produk pertanian segar.

​Kehadiran ragam olahan makanan ini pun langsung memikat daya tarik para pengunjung maupun pembeli (buyer) lokal.

Baca Juga: Kenapa Hacker Korea Utara Sulit Diburu Interpol? Ini Alasannya

​Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah inovasi mi tahu, opsi sehat berbasis bahan dasar tahu sebagai pengganti tepung terigu.

​Tak kalah heboh, tren kuliner lokal yang menggemari cita rasa pedas membuat jajaran saus pedas khas Korea kebanjiran permintaan pasokan dari industri jasa boga (food service).

​Pengunjung juga tampak memadati area pameran untuk mencicipi langsung street food populer seperti kimchi jeon (pancake kimchi) hingga tteokbokki.

​Guna menjangkau pasar yang lebih luas di Indonesia, aT turut mengundang para buyer dari kota-kota besar seperti Surabaya dan Medan untuk menggelar business matching.

Langkah strategis ini membuahkan hasil manis dengan capaian transaksi bisnis senilai 3,25 juta dolar AS.

​Fey Dimayani, salah satu buyer yang hadir di lokasi pameran, menyambut positif agenda ini untuk menjajaki kerja sama baru.

​“Melalui business matching ini, saya dapat mengenal berbagai produk pertanian dan pangan Korea serta menjajaki peluang kerja sama baru,” ujar Fey Dimayani, Minggu (8/11/2026).

​Ia juga menambahkan pentingnya pemenuhan regulasi lokal bagi produk impor.

​“Mengingat status sertifikasi halal dan daya saing harga merupakan hal yang krusial di pasar Indonesia, kami tengah mempertimbangkan untuk memperluas lini produk yang kami tangani dengan berfokus pada produk-produk yang memenuhi syarat tersebut,” tambahnya.

Baca Juga: Makanan Korea Digemari, K-Food di Event Sial Interfood Jakarta 2025 Cetak Ekspor 14,53 Juta Dolar AS

​Sebagai bentuk komitmen, Paviliun Korea menyediakan K-Halal Zone di area info booth. Fasilitas ini mengenalkan berbagai produk K-Food bersertifikat halal yang beredar di pasar lokal, sekaligus membuka layanan konsultasi seputar sertifikasi halal dan registrasi BPOM bagi para eksportir.

​Chief Representative aT Jakarta, Dong Hee Shin, menegaskan pentingnya langkah antisipatif bagi pelaku industri pangan Korea yang ingin menembus pasar Tanah Air.

​“Meskipun kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan impor di Indonesia telah ditunda hingga Oktober 2028, persiapan awal untuk memasuki pasar lokal tetap menjadi hal yang sangat penting,” ungkap Dong Hee Shin.

​Ia memastikan pihak aT akan terus mendampingi para eksportir dalam memenuhi setiap regulasi yang berlaku di Indonesia.

​“Ke depannya, aT akan terus membantu perusahaan dalam memenuhi persyaratan ekspor lokal serta secara aktif mendukung ekspansi produk pertanian dan pangan Korea ke pasar Indonesia,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.