Akurat

King's College London Dibuka di KEK Malang September Mendatang

Demi Ermansyah | 20 Juni 2024, 20:07 WIB
King's College London Dibuka di KEK Malang September Mendatang

AKURAT.CO King's College London (KCL) memperoleh izin untuk mengembangkan pendidikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Malang, dan siap memulai tahun ajaran pertamanya pada September 2024.

Di mana hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dirinya menyatakan bahwa KCL merupakan universitas pertama yang terlibat dalam pengembangan KEK sektor pendidikan di Indonesia, setelah sebelumnya pemerintah mengembangkan KEK di sektor manufaktur dan kesehatan.

"KEK Singhasari telah mendapatkan izin dari Kemendikbud Dikti, dan ini yang pertama. Kami sudah mengembangkan KEK untuk manufaktur dan kesehatan," kata Airlangga dalam acara pemberian izin pengembangan King's College London di KEK Singhasari di kantornya, Kamis (20/6/2024).

Baca Juga: Pemerintah Bidik Investasi KEK Rp77,5 T di 2024, Naik 17,4 Persen

Dengan kehadiran King's College London, Airlangga berharap kualitas pendidikan perguruan tinggi di Indonesia dapat meningkat, karena saat ini perguruan tinggi di Indonesia berada di peringkat 200-300 dunia, sedangkan King's College termasuk dalam 40 terbaik dunia.

Pada tahun ajaran pertama, setidaknya akan ada 150 mahasiswa yang masuk di King's College KEK Singhasari, Malang. Airlangga menargetkan ke depan universitas ini dapat mengajar sekitar 1.500 mahasiswa.

"KEK Malang ini adalah yang pertama untuk pendidikan dengan mendatangkan King's College, salah satu dari 40 universitas terbaik dunia. Tidak banyak universitas di Indonesia yang masuk dalam 100 besar dunia, dengan kehadiran King's College kita berharap kualitas pendidikan kita dapat meningkat," ujarnya.

"Karena itu, kita perlu menyambut baik kehadiran ini dan berterima kasih. 150 pelajar terlalu sedikit, kami butuh 1.500 pelajar, jadi beri tahu kami kapan dan bagaimana rencana itu bisa tercapai," tambah Airlangga.

Lebih lanjut, ia berharap KEK Singhasari dapat menarik lebih banyak universitas dari dalam dan luar negeri sehingga kawasan ini dapat menjadi pusat pengembangan ilmu dan sumber daya manusia.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama sekaligus Ketua Yayasan King's Singhasari Indonesia, David Santoso, menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur universitas baru di Malang ini memerlukan investasi sekitar USD2 juta. Dengan investasi tersebut, King's College London di kota itu siap menampung lebih dari 300 mahasiswa.

Mengenai permintaan Airlangga untuk menambah jumlah peserta didik hingga 1.500, David mengatakan akan melakukan koordinasi lebih lanjut mengenai besaran investasi yang diperlukan, meskipun belum bisa memastikan nilainya karena tergantung pada kebutuhan penyerapan peserta didik.

"Saat ini infrastrukturnya memerlukan sekitar USD2 juta. Pembangunan lahan dan infrastruktur akan berkembang sesuai dengan jumlah murid. Jika targetnya 1.500 murid, maka akan kami sediakan secara bertahap," jelas David.

Selain itu, dalam tiga tahun mendatang, ia menargetkan akan ada tiga universitas internasional lainnya yang masuk ke KEK Singhasari, Malang. Rencananya, sejumlah universitas ini akan masuk secara bertahap, satu setiap tahunnya.

"Dalam tiga tahun mendatang, kami berharap beberapa universitas terbaik dunia lainnya, termasuk dari Ivy League dan beberapa dari regional lainnya, akan mengembangkan human development zone. Kami akan segera melaporkan pola pengembangannya kepada Menko," ujarnya.

"Tahun depan targetnya satu universitas masuk KEK Singhasari, dan satu lagi pada tahun berikutnya. Jadi, dalam tiga tahun mendatang minimal ada tiga universitas unggulan dunia yang masuk," tambah David.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.