Akurat Logo

Pemerintah Bidik Investasi KEK Rp77,5 T di 2024, Naik 17,4 Persen

M. Rahman | 20 Januari 2024, 23:13 WIB
Pemerintah Bidik Investasi KEK Rp77,5 T di 2024, Naik 17,4 Persen

AKURAT.CO Pemerintah membidik investasi senilai Rp77,5 triliun di 20 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada tahun 2024, naik 17,4% dibanding capaian tahun 2023 senilai Rp66 triliun.

Sesmenko Susiwijono mengatakan sepanjang tahun 2023 lalu, investasi di KEK menyerap 57.005 tenaga kerja. Sementara di 2024 ditargetkan mampu menyerap 38.227 tenaga kerja.

Secara kumulatif sejak 2015 hingga 2023, investasi di KEK telah menyerap investasi sebesar Rp177,5 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 117.492 orang, dengan jumlah pelaku usaha/industri sebanyak 331 perusahaan.

Baca Juga: Pertamedika IHC Bakal Buka Layanan Di KEK Sanur Pada April 2024

"Berbagai optimisme dan peluang harus dimanfaatkan dengan baik, salah satunya dengan mendorong pengembangan 20 KEK sebagai energi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkontribusi nyata dalam mendorong PDRB daerah di berbagai wilayah Indonesia," ujar Susiwijono dikutip Sabtu (20/1/2024).

Diketahui, saat ini terdapat 20 KEK yang tersebar 5 KEK di pulau Jawa (Tanjung Lesung, Lido, Kendal, Gresik, Singhasari), 2 KEK di Bali (Sanur, Kura Kura Bali), 1 KEK di Nusa Tenggara (Mandalika), 6 KEK di pulau Sumatera (Arun Lhokseumawe, Sei Mangke, Batam Aero Technic, Nongsa, Galang Batang, Tanjung Kelayang), 1 KEK di pulau Kalimantan (MBTK), 3 KEK di Sulawesi (Palu, Likupang, Bitung), 1 KEK di Maluku (Morotai), dan 1 KEK di Papua (Sorong).

KEK memberikan beragam fasilitas fiskal ke perusahaan yang berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus, yakni fasilitas pajak, kepabeanan, dan cukai. Terkait pajak misalnya ada pengurangan PPh Badan 25, kemudian untuk impor untuk bahan baku dan penolong ada penangguhan BM, pembebasan cukai, pembebasan PPN, PPnBM serta PPh impor dan pembebasan atau keringanan pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD).

Selain fasilitas pajak, cukai, dan kepabeanan di atas, Pemerintah juga memberikan kemudahan bagi pengusaha dalam hal pertanahan, perizinan, dan keimigrasian.

Ditambahkan Susiwijono, keseluruhan investasi di KEK memberikan kontribusi yang positif terhadap perekonomian dengan tren yang cenderung meningkat selama periode 2019-2023 berdasarkan studi Sekjen Dewan Nasional KEK bersama LPEM FEB UI.

KEK Industri dengan kinerja yang cukup baik berada atau berbatasan di wilayah Pusat Pertumbuhan Ekonomi (PPE), dan memiliki anchor investor, tingkat aglomerasi industri/bisnis yang baik, investasi berdaya saing tinggi, dan tingkat ketersediaan infrastruktur pendukung yang lebih baik.

Sebaliknya, KEK manufaktur yang berada di posisi terluar atau di daerah yang sedang bertransformasi  menuju sektor manufaktur dan jasa-jasa, akan memiliki daya saing tinggi jika mengolah sumber daya alam atau hilirisasi sumber daya alam.

Sementara keberadaan event nasional/internasional di KEK bertema pariwisata dinilai memberikan dampak signifikan untuk mempercepat perkembangan KEK tersebut, seperti pada KEK Lido, KEK Mandalika, dan KEK Tanjung Lesung. Sedangkan KEK bertema digital dan kegiatan jasa lainnya mampu berkembang dengan baik di tengah berbagai tantangan yang bervariasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa