Akurat

Menhub Ungkap 2 Kendala Utama Elektrifikasi Transportasi Publik RI

Yosi Winosa | 21 Mei 2024, 16:45 WIB
Menhub Ungkap 2 Kendala Utama Elektrifikasi Transportasi Publik RI

AKURAT.CO Kemenhub menjelaskan bahwa Indonesia kini siap memasuki era e-mobility dengan langkah-langkah yang strategis.

Menurut Menteri Perhubungan,Budi Karya Sumadi, ada dua hal yang menjadi kendala utama dalam mewujudkan potensi penuh e-mobility di Indonesia terutama di Ibu Kota Negara (IKN).

Pertama, kurangnya peran serta pemerintah daerah dalam menangani jangkauan e-mobility, terutama dalam penggunaan kendaraan massal. "Kami menyatakan ide ini baik, tapi juga harus dibahas tentang hambatan-hambatan yang akan terjadi. Kendaraan massal saja kurang," ujarnya di Hotel Le Meriden, Jakarta, Selasa (21/5/2024).

Baca Juga: Kebut Bus Listrik, Kemenhub, ITDP dan ViriyaENB Rilis Studi Peta Jalan Elektrifikasi Transportasi Publik

Kendala kedua adalah harga. Suharto menjelaskan, harga bus listrik mahal, hanya provinsi yang berkemampuan saja seperti DKI Jakarta yang mampu mengaksesnya. Namun, Suharto memberikan sorotan positif atas langkah-langkah konkret yang telah dilakukan. 

"Kami sudah melakukan positivisme bus listrik sudah di Surabaya dan Bandung," ungkapnya.

Selanjutnya, Budi juga mengungkapkan bahwa Kementerian Perhubungan telah berkolaborasi dengan IKN untuk menyediakan bus listrik yang lebih terjangkau.  "Ini sudah dibahas oleh IKN dan sedang lagi kendaraan listrik yang sifatnya pribadi pejabat, tamu, dan sebagainya," jelasnya.

Dalam waktu dekat, Budi berharap adanya keputusan final terkait langkah-langkah selanjutnya dalam mewujudkan e-mobility di Indonesia. "Nanti kita akan finalkan dalam satu dua minggu ini, nanti instansi harus membeli atau mengadakan," tuturnya.

Sebelumnya, direncanakan di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, kendaraan listrik, atau yang dikenal sebagai electric vehicle (EV) akan segera mulai berjalan di Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara.

Deputi Fasilitas dan Infrastruktur Otorita IKN, Silvia Halim  mengatakan bahwa meskipun saat ini belum ada EV yang beroperasi di IKN Nusantara, namun akan dipersiapkan menjelang perayaan 17 Agustus nanti.

"Saat ini belum ada EV yang beroperasi di IKN Nusantara. Tapi nanti menjelang 17 Agustus akan dipersiapkan,” ungkap Silvia pada Rabu (24/4/2024).

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.