Kebut Bus Listrik, Kemenhub, ITDP dan ViriyaENB Rilis Studi Peta Jalan Elektrifikasi Transportasi Publik

AKURAT.CO Dalam upaya mempercepat elektrifikasi transportasi publik di perkotaan, Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan ViriyaENB meluncurkan studi Peta Jalan dan Program Insentif Nasional Elektrifikasi Transportasi Publik Perkotaan Berbasis Jalan.
Menurut studi ITDP, keberhasilan elektrifikasi transportasi publik di perkotaan sangat bergantung pada penyelenggaraan sistem transportasi publik yang efektif dan efisien.
Dokumen studi ini diserahkan oleh Gonggomtua Sitanggang, Direktur Asia Tenggara ITDP kepada Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, dalam acara Sustainable E-Mobility Event: Upscaling Bus Electrification Nationwide di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa (20/5/2024).
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa adopsi transportasi yang rendah emisi dan peningkatan kualitas udara merupakan prioritas utama Kementerian Perhubungan. "Ini bukan hanya merupakan langkah maju bagi transportasi, tetapi juga untuk kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat secara keseluruhan," jelas Budi.
Baca Juga: Kemenhub Bakal Perluas Bus Listrik di Luar Bandung dan Surabaya
Senada, Direktur Eksekutif ViriyaENB Suzanty Sitorus, menegaskan pentingnya percepatan elektrifikasi transportasi publik perkotaan, menjelaskan bahwa elektrifikasi transportasi sangat strategis untuk penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor terkait energi di Indonesia.
"Elektrifikasi transportasi, termasuk kendaraan umum, sangat strategis untuk penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor terkait energi di Indonesia," ucapnya.
Studi ini menemukan bahwa komitmen pemerintah daerah yang masih rendah dalam penyelenggaraan transportasi publik yang baik, dan tingginya biaya investasi adopsi Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) menjadi hambatan utama. ITDP merekomendasikan 11 kota prioritas untuk percepatan elektrifikasi transportasi publik, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Denpasar.
Implementasi 6.600 bus listrik di 11 kota prioritas diproyeksikan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 25% sampai dengan 2030, setara dengan 1 juta ton CO2eq.
Sementara Direktur Asia Tenggara ITDP, Gonggomtua Sitanggang, menjelaskan bahwa studi ini menjadi landasan strategis dalam mencapai target implementasi bus listrik nasional pada tahun 2030.
"Studi yang dihasilkan pada kemitraan ini dapat menjadi landasan strategis dalam mencapai target implementasi bus listrik nasional pada tahun 2030, terutama dalam membangun rencana aksi, kebijakan, dan program insentif untuk meningkatkan adopsi bus listrik," jelas Gonggom.
ITDP Indonesia mendorong pemerintah untuk memberikan insentif potongan harga pembelian bus listrik guna memicu peningkatan adopsi bus listrik. Selain itu, intervensi non-fiskal seperti pengadaan bus listrik terkonsolidasi dan perpanjangan durasi kontrak juga diperlukan untuk menekan biaya kapital.
Melalui perangkat dinamis E-Bus Dynamic Planning Toolkit, ITDP Indonesia berharap dapat mempermudah pemerintah dalam mengidentifikasi kesiapan kota dan merencanakan elektrifikasi transportasi publik. Gonggomtua Sitanggang menyatakan bahwa ITDP sangat bangga dapat terus bekerja sama dengan para mitra yang memiliki kesamaan visi dalam mewujudkan konsep kota berkelanjutan di Indonesia.
"Perangkat ini dapat mempermudah pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengidentifikasi kesiapan kota dan merencanakan elektrifikasi transportasi publiknya, tambah Gonggom.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








