Akurat

Bukan Menghapus, Optimisme Global tentang AI Justru Tumbuhkan Lapangan Pekerjaan

Yusuf Tirtayasa | 25 Januari 2026, 16:35 WIB
Bukan Menghapus, Optimisme Global tentang AI Justru Tumbuhkan Lapangan Pekerjaan

AKURAT.CO Wacana tentang kecerdasan buatan (AI) yang kontroversial kerap menyentuh ketakutan soal teknologi menggantikan pekerjaan manusia.

Namun, mengutip Vietnam.vn pada Sabtu, (24/01/2026) saat World Economic Forum 2026 di Davos, para pemimpin teknologi menegaskan bahwa AI justru membuka peluang kerja baru dan mengurangi kecemasan pasar tenaga kerja, terutama di sektor energi, chip, dan infrastruktur.

Menurut laporan tersebut, CEO perusahaan semiconductor raksasa seperti Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa kekhawatiran soal hilangnya pekerjaan karena AI sering kali dilebih-lebihkan.

"Lapangan kerja, lapangan kerja, lapangan kerja,” katanya dalam forum yang sama, menunjukkan fokus pada bagaimana AI berkontribusi menciptakan peluang kerja baru di bidang teknologi tinggi dan inovasi.

Para peserta Davos 2026 yang terdiri dari eksekutif bisnis global, pembuat kebijakan, hingga pemimpin komunitas startup sepakat bahwa kecerdasan buatan, jika dikembangkan dengan etika dan pendekatan inklusif, dapat membantu merancang pekerjaan yang lebih berkualitas, alih-alih menggantikannya.

Dunia teknologi melihat AI sebagai katalisator transformasi peran tenaga kerja di era digital modern. Diskusi di Davos juga menyentuh perlunya investasi dalam pendidikan dan pelatihan ulang (reskilling) untuk mengimbangi perubahan teknologi dan membuka akses kerja yang lebih luas bagi generasi baru.

Hal ini menunjukkan bahwa adopsi AI harus diiringi kebijakan dan strategi sosial yang matang agar manfaatnya bisa dirasakan luas. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.