Akurat

Cara Riset Keyword YouTube Tanpa Tools Berbayar, Panduan Lengkap dan Praktis

Ratu Tiara | 3 Januari 2026, 17:14 WIB
Cara Riset Keyword YouTube Tanpa Tools Berbayar, Panduan Lengkap dan Praktis

AKURAT.CO Riset keyword adalah langkah penting agar video YouTube Anda mudah ditemukan oleh penonton yang tepat.

Keyword atau kata kunci membantu algoritma YouTube memahami konten Anda dan menampilkan video kepada pengguna yang relevan saat mereka mencari topik serupa.

Namun, banyak pembuat konten yang masih ragu karena mengira riset keyword hanya bisa dilakukan dengan tools berbayar.

Padahal, Anda bisa melakukan riset secara efektif tanpa harus keluar biaya sama sekali.

Baca Juga: Berbagai Kenis Keyword Fitur Text Delight di Facebook yang Sempat Bikin Gempar

Mengapa Riset Keyword Itu Penting?

Sebelum masuk ke langkah-langkah praktis, penting memahami kenapa riset keyword itu krusial:

  1. Mengetahui apa yang dicari audiens: Dengan riset yang tepat, Anda tahu istilah atau pertanyaan yang sering dicari orang di YouTube.
  2. Meningkatkan visibilitas video: Keyword yang sesuai membantu YouTube merekomendasikan video Anda kepada penonton yang tepat.
  3. Mengalahkan kompetisi yang terlalu ketat: Dengan memilih keyword yang relevan tapi tidak terlalu kompetitif, peluang video Anda muncul di hasil pencarian lebih besar.

Cara Riset Keyword untuk YouTube (Gratis)

1. Gunakan Fitur “Pencarian Saran” YouTube

Cara paling sederhana dan efektif untuk melakukan riset keyword adalah memanfaatkan fitur autocomplete (saran pencarian) dari YouTube.

Caranya:

  1. Buka YouTube dan mulai mengetik topik video yang ingin Anda buat.
  2. YouTube otomatis akan menampilkan saran pencarian berdasarkan apa yang sering dicari pengguna.
  3. Semua saran tersebut adalah keyword yang relevan dan populer, karena berasal dari pencarian nyata pengguna.

Misalnya, jika Anda mengetik “cara edit video,” YouTube akan menampilkan saran seperti:

  • cara edit video di HP
  • cara edit video cepat dan mudah
  • cara edit video YouTube tanpa watermark

Saran-saran ini kemudian bisa menjadi keyword utama atau tambahan di judul, deskripsi, dan tag video Anda.

2. Lihat “Related Searches” (Pencarian Terkait)

Selain saran pertama, YouTube juga menampilkan hasil pencarian terkait di bagian bawah hasil pencarian setelah Anda menekan Enter. Ini disebut related searches atau pencarian terkait.

Pencarian terkait memberikan insight kata kunci yang berhubungan erat dengan topik dan sering dicari pengguna, misalnya:

  • tips edit video Instagram
  • tutorial editing video pemula

Keyword dari related searches biasa kurang kompetitif dibandingkan saran utama, tetapi tetap relevan dan punya potensi traffic bagus jika digunakan dalam konten Anda.

Baca Juga: YouTuber Pemula Wajib Tahu! 10 Tips Menambah Subscriber YouTube, Alami dan Cepat

3. Amati Video Kompetitor yang Sudah Sukses

Melihat video populer lain yang topiknya sama bisa memberi banyak ide keyword tanpa tools berbayar.

Caranya:

  1. Ketik kata kunci dasar di YouTube.
  2. Buka video yang ranking tertinggi.
  3. Lihat judul, deskripsi, dan tag video

Jika video tersebut sudah mendulang banyak view, kemungkinan besar keyword yang mereka gunakan juga efektif dan cocok untuk niche Anda. Anda bisa menyesuaikan gaya penulisan kata kunci tersebut di konten Anda.

4. Manfaatkan Fitur YouTube Studio (Gratis)

YouTube Studio juga memberikan data yang berguna tanpa perlu berbayar, khususnya melalui laporan YouTube Analytics.

Beberapa hal yang bisa diperhatikan:

  • Search Terms (istilah pencarian): kata kunci yang digunakan penonton untuk menemukan video Anda.
  • Traffic Source (sumber trafik): ini menunjukkan seberapa efektif keyword Anda dalam menarik penonton.
  • Audience Retention (retensi penonton): walaupun bukan keyword langsung, metrik ini membantu Anda memahami konten apa yang membuat penonton bertahan lebih lama.

Dengan data ini, Anda bisa memperbaiki strategi riset keyword untuk video selanjutnya.

5. Manfaatkan Fitur Komentar dan Tanya Jawab

Kadang keyword terbaik datang dari audiens Anda sendiri. Banyak penonton menanyakan hal-hal spesifik di kolom komentar.

Misalnya:

  • “Bagaimana cara cepat render video di HP?”
  • “Apa aplikasi edit video gratis terbaik?”

Kalimat-kalimat seperti ini bisa langsung dijadikan keyword atau pertanyaan konten karena berasal dari kebutuhan nyata penonton.

6. Gunakan Google Trends untuk Membandingkan Popularitas Keyword

Meskipun bukan alat khusus YouTube, Google Trends bisa membantu Anda membandingkan popularitas istilah pencarian dari waktu ke waktu.

Caranya:

  1. Buka Google Trends (gratis).
  2. Masukkan dua atau lebih keyword yang mirip, seperti “cara edit video di HP” vs “tutorial edit video Android.”
  3. Bandingkan tren popularitasnya.

Keyword yang menunjukkan tren naik dapat menjadi pilihan strategis sebagai judul atau tag video Anda di YouTube.

7. Gabungkan Keyword Utama dan Turunan (Long-Tail Keyword)

Keyword utama misalnya “cara riset keyword YouTube” terkadang terlalu kompetitif. Anda bisa menggunakan keyword turunan yang lebih panjang (long-tail) seperti:

  • cara riset keyword YouTube tanpa tools
  • riset keyword YouTube pemula 2025

Keyword semacam ini cenderung punya kompetisi lebih rendah tetapi traffic lebih relevan, terutama jika konten Anda menjawab pertanyaan spesifik.

Baca Juga: YouTuber Pemula Wajib Tahu! 10 Tips Menambah Subscriber YouTube, Alami dan Cepat

Kesalahan Umum dalam Riset Keyword Tanpa Tools

Agar hasil riset Anda maksimal, hindari beberapa kesalahan berikut:

  • Hanya memikirkan satu keyword utama, tanpa mempertimbangkan variasi turunan.
  • Tidak melihat hasil pencarian lain seperti video terkait dan top rank video.
  • Mengabaikan data dari YouTube Analytics setelah konten dipublikasikan.

Keyword yang baik bukan hanya yang populer, tetapi juga yang relevan dengan konten dan kebutuhan penonton Anda.

Amalia Febriyani (Magang)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R