Akurat

Apple Uji iMac Pro Baru dengan Chip M5 Max, Bocoran Perangkat Lunak Terungkap

Petrus C. Vianney | 19 Desember 2025, 19:30 WIB
Apple Uji iMac Pro Baru dengan Chip M5 Max, Bocoran Perangkat Lunak Terungkap

AKURAT.CO Apple dilaporkan sedang mengembangkan iMac kelas atas yang akan ditenagai chip M5 Max. Informasi ini terungkap dari kebocoran perangkat lunak internal yang digunakan dalam proses pengujian.

Bocoran tersebut berasal dari file kernel debug kit milik Apple yang mencantumkan perangkat keras yang belum dirilis. File ini biasanya memuat pengenal internal, nama kode, hingga pemetaan chip yang sedang diuji.

Ringkasan data dan tangkapan layar dengan kode internal serupa juga beredar di komunitas teknologi Tiongkok. Diskusi mengenai temuan ini muncul di sejumlah platform populer seperti Weibo dan BiliBili.

Dalam data tersebut, terdapat referensi iMac dengan pengidentifikasi J833c yang menjalankan platform H17C. Platform ini dikaitkan dengan nama kode 'Sotra C' yang diyakini sebagai chip M5 Max.

Temuan ini mengindikasikan iMac dengan chip M5 Max sedang berada dalam tahap pengujian aktif. Namun, belum ada kepastian apakah perangkat tersebut akan dirilis ke publik.

Sebagian perangkat dalam debug kit diketahui hanya digunakan untuk pengujian internal, sehingga iMac M5 Max masih berpeluang menjadi prototipe. Meski demikian, jadwal peluncuran chip M5 Max yang diperkirakan tahun depan membuka kemungkinan rilis komersial.

Rumor kembalinya iMac Pro kelas profesional juga telah beredar selama beberapa tahun terakhir. Jurnalis Bloomberg Mark Gurman dan analis Ming-Chi Kuo sama-sama menyebut Apple masih menggarap iMac layar besar untuk segmen profesional.

Selain iMac, ada rencana produk Mac lainnya. Daftarnya mencakup MacBook Pro, MacBook Air, Mac mini, Mac Studio dengan chip generasi M5 dan M6, serta MacBook murah yang diduga menggunakan chip A18 Pro, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Jumat (19/12/2025).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.