India Jadi Pasar Paling Aktif Penggunaan AI, Dorong Perubahan Ekonomi dan Pasar

AKURAT.CO India saat ini menjadi pasar paling aktif di dunia untuk penggunaan model bahasa besar seperti ChatGPT, Gemini dan Perplexity. Tingginya adopsi ini didorong oleh populasi besar yang muda, melek digital dan sangat terbuka terhadap teknologi baru.
Kondisi tersebut menjadikan India sebagai laboratorium ideal bagi perusahaan kecerdasan buatan (AI) global untuk menguji dan mengembangkan inovasi berbasis AI. Dampaknya tidak hanya terasa di sektor teknologi, tetapi juga mulai memengaruhi dinamika pasar keuangan nasional.
Di sisi lain, pasar saham India masih berada dalam tekanan. Indeks utama diperkirakan melemah untuk hari keempat berturut-turut seiring aksi jual saham teknologi global dan meningkatnya sentimen penghindaran risiko.
Arus keluar dana asing dari saham dan obligasi India turut memperburuk situasi. Meski nilai tukar rupee sempat memantul dari level terendah, para analis menilai hal itu belum cukup menenangkan pasar.
Namun, terdapat beberapa katalis positif di tengah pelemahan tersebut. Saham manajer aset berpeluang menguat setelah regulator memangkas biaya reksa dana domestik yang dibayarkan kepada pialang.
Dikutip dari Bloomberg, Kamis (18/12/2025), sektor asuransi juga menjadi sorotan pasar. Persetujuan parlemen atas kepemilikan asing hingga 100 persen di perusahaan asuransi dinilai dapat memicu minat investor dan mendorong pertumbuhan industri.
Perkembangan AI yang pesat diproyeksikan menguntungkan perusahaan telekomunikasi besar. Bharti Airtel dan Jio milik Reliance Industries disebut berpotensi meningkatkan loyalitas pengguna melalui integrasi layanan berbasis AI.
Meski demikian, kehadiran pemain AI global juga membawa tantangan. Tekanan persaingan dinilai dapat menyulitkan startup AI lokal untuk berkembang secara berkelanjutan.
Di sektor e-commerce, Meesho mencatat kinerja impresif sejak melantai di bursa. Sahamnya hampir dua kali lipat dari harga penawaran, menjadikannya Initial Public Offering (IPO) dengan performa terbaik di India pada 2025.
Reli pasca-pencatatan tersebut mendorong valuasi perusahaan mendekati $11 miliar dolar (sekitar Rp183 triliun). Sejumlah pengamat membandingkannya dengan lonjakan awal saham Groww, meski mengingatkan potensi koreksi di kemudian hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







