Akurat

Tips Pakai Green Screen untuk Content Creator agar Hasil Video Mulus dan Profesional

Ratu Tiara | 3 Desember 2025, 07:02 WIB
Tips Pakai Green Screen untuk Content Creator agar Hasil Video Mulus dan Profesional

AKURAT.CO Green screen kini menjadi salah satu alat favorit para content creator, baik untuk membuat video edukasi, hiburan, hingga konten kreatif dengan latar yang fleksibel.

Teknik ini memungkinkan kamu mengganti latar belakang sesuai kebutuhan, mulai dari pemandangan alam, ruangan modern, hingga efek sinematik yang biasanya ada di film.

Sebelum mulai membuat konten, penting memahami dasar penggunaannya agar hasil akhirnya terlihat natural dan tidak terlihat seperti tempelan.

Lantas bagaimana cara memakai green screen agar hasil konten terlihat rapi dan profesional? Simak artikel ini untuk mendapatkan jawabannya.

Baca Juga: Masalah Green Screen Masih Menghantui Sejumlah Pengguna Smartphone Samsung

Apa Itu Green Screen?

Green screen adalah teknik penggabungan gambar atau video yang memanfaatkan warna tertentu sebagai latar, biasanya hijau atau biru.

Metode ini bekerja dengan proses chroma key, yaitu menghapus warna tersebut dan menggantinya dengan gambar atau video lain saat proses editing.

Layar hijau berfungsi sebagai background sementara, sehingga kreator bisa menempatkan dirinya di lokasi berbeda tanpa benar-benar berada di sana, mulai dari studio virtual, pemandangan luar negeri, hingga efek visual sinematik.

Teknik ini banyak digunakan di dunia film, acara berita, iklan, dan kini semakin populer di kalangan content creator karena mudah diterapkan dan memberikan hasil yang profesional.

Warna hijau dipilih karena kontras dengan warna kulit manusia sehingga lebih mudah dideteksi oleh software tanpa mengganggu detail objek utama.

Tips Menggunakan Green Screen untuk Konten

1. Pastikan Pencahayaan Layar Hijau Terang dan Merata

Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah hanya fokus menerangi objek, sementara green screen dibiarkan gelap.

Padahal pencahayaan yang merata membuat software editing lebih mudah memisahkan warna hijau dari objek utama.

Pastikan seluruh permukaan layar mendapatkan cahaya yang sama, baik dari depan maupun belakang, sehingga warnanya konsisten dan tidak menimbulkan bercak gelap.

2. Pilih Properti dan Pakaian yang Tidak Berwarna Hijau

Karena chroma key akan menghapus semua yang berwarna hijau, hindari pakaian atau aksesori dengan warna serupa.

Jika harus memakai benda berwarna hijau, pertimbangkan mengganti layar dengan blue screen agar proses editing tetap berjalan lancar.

3. Gunakan Aperture Rendah untuk Hasil yang Lebih Halus

Aperture atau bukaan lensa yang rendah membantu menciptakan depth of field yang lembut.

Fokus pada objek utama akan lebih tegas, sementara detail pada background hijau terlihat lebih lembut sehingga proses penghapusan warna saat editing menjadi lebih mudah.

Untuk pemula, aperture sekitar f/1.8 hingga f/4 dapat menghasilkan efek yang memadai.

4. Jauhkan Objek dari Green Screen

Objek yang terlalu dekat dengan layar hijau dapat menimbulkan bayangan yang mengganggu.

Semakin gelap bayangannya, semakin sulit softwarenya menghapus warna hijau secara bersih.

Untuk menghindarinya, beri jarak yang cukup antara objek dan green screen, serta gunakan tiga titik pencahayaan agar bayangan minim.

5. Tingkatkan Shutter Speed untuk Menghindari Gambar Blur

Gerakan yang cepat dapat menimbulkan motion blur, yang justru menyulitkan proses chroma key.

Jika subjek videomu cukup aktif atau banyak bergerak, gunakan shutter speed yang lebih tinggi.

Untuk video dengan frame rate 24 fps, gunakan shutter speed minimal 1/48. Semakin besar gerakan, semakin tinggi shutter speed yang diperlukan.

6. Bentangkan Green Screen Selebar Frame Kamera

Untuk mendapatkan hasil yang rapi, pastikan layar hijau menutupi seluruh area yang terlihat di kamera.

Green screen harus rata, tanpa lipatan atau kerutan.

Jika perlu, haluskan dulu dengan setrika agar cahaya bisa memantul secara merata.

Permukaan yang tidak rata cenderung menimbulkan perbedaan warna yang membuat editing jadi kurang optimal.

7. Atur ISO pada Angka Optimal

ISO yang terlalu tinggi membuat gambar penuh noise atau bintik. Ini membuat software kesulitan mengenali warna hijau secara konsisten.

Gunakan ISO serendah mungkin sesuai kemampuan kamera agar hasil gambar tetap bersih.

Setiap kamera punya angka ISO optimal yang berbeda, jadi cek kembali buku manual atau panduan resmi.

Green screen sebenarnya mudah digunakan asalkan kamu memahami dasar pencahayaan, pengaturan kamera, serta jarak antara objek dan layar.

Dengan teknik yang tepat, kontenmu bisa terlihat jauh lebih profesional meski hanya dibuat di rumah.

Nah, itulah langkah penting untuk memakai green screen secara benar agar hasil editing lebih rapi dan menyatu dengan latar baru.

Semoga membantu.

Nadira Maia Arziki (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R