Akurat

Content Creator: Pengertian, Alasan Diminati Generasi Muda, dan Prospek Kariernya

Ratu Tiara | 30 November 2025, 21:06 WIB
Content Creator: Pengertian, Alasan Diminati Generasi Muda, dan Prospek Kariernya

AKURAT.CO Perkembangan media sosial membuka ruang luas bagi siapapun untuk berkarya.

Dengan konsistensi membuat konten yang berkualitas, siapa saja berpeluang membangun karier sebagai content creator.

Lalu sebenarnya, siapa yang bisa disebut content creator?

Secara sederhana, content creator adalah individu yang membuat karya baik berupa tulisan, gambar, foto, musik, maupun video untuk dipublikasikan melalui platform digital. Istilah ini tidak hanya merujuk pada Youtuber, selebgram, atau influencer besar.

Selama seseorang membuat konten orisinal dan mengunggahnya ke media digital, dia sudah bisa disebut sebagai content creator.

Baca Juga: Pagar Laut Berujung Fasilitas Super Kelas Dunia? Content Creator Ini Nekat Investigasi Sendirian

Mengapa Profesi Content Creator Banyak Diminati Generasi Muda?

Berdasarkan Sensus Penduduk 2020 oleh BPS, mayoritas penduduk Indonesia berasal dari generasi Z dan milenial. Kedua generasi ini lahir dan tumbuh saat internet serta media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Tak heran bila minat mereka terhadap dunia digital sangat tinggi.

Riset Statista juga menunjukkan bahwa pengguna media sosial di Indonesia didominasi oleh kelompok usia 18–34 tahun.

Ketika platform digital dikuasai oleh generasi yang paling melek teknologi, media sosial pun berkembang menjadi ruang berkarya, bukan sekadar tempat bersosialisasi.

Baca Juga: Dukung Ekonomi Kreatif Indonesia, Content Creator Tole Sutrisno Ajak Mahasiswa Jadi Jurnalis Yang Menghasilkan

Berikut beberapa alasan mengapa profesi content creator sangat diminati:

1. Kebebasan Berkreasi dan Aktualisasi Diri

Generasi Z dan milenial cenderung mencari pekerjaan yang fleksibel, menantang, dan tidak terikat aturan kaku. Menjadi content creator memungkinkan mereka berekspresi tanpa batas, menjalankan pekerjaan sesuai gaya sendiri, dan membangun brand pribadi lewat kreativitas.

2. Menjadikan Passion sebagai Karier

Menghasilkan uang dari hobi kini bukan lagi angan-angan. Kamu bisa menjadikan minat mulai dari make-up, memasak, gaming, traveling, hingga storytelling sebagai pekerjaan yang memberi penghasilan.

Selama kontennya bermanfaat dan relevan, selalu ada audiens yang tertarik.

3. Membuka Peluang Networking

Konten yang menarik akan mengundang interaksi, memperluas jaringan, dan memudahkan kolaborasi.

Engagement yang tinggi bukan hanya membuat komunitasmu tumbuh, tetapi juga membuka pintu menuju dunia profesional yang lebih luas, termasuk industri hiburan.

4. Berpotensi Menghasilkan Uang

Inilah alasan yang paling sering menjadi motivasi. Namun penghasilan seorang content creator tidak datang dalam semalam.

Dibutuhkan konsistensi, kualitas, dan engagement yang kuat.

Ketika audiens sudah terbentuk, pemasukan bisa datang melalui berbagai sumber, seperti endorsement, paid promotion, event, Adsense, dan penjualan merchandise.

Prospek Karier Content Creator di Era Digital

1. Content Marketing

Perubahan perilaku konsumen mendorong brand beralih dari iklan konvensional menuju metode pemasaran berbasis konten.

Konten yang informatif, relevan, dan konsisten terbukti lebih efektif membangun kepercayaan dibandingkan promosi langsung.

Inilah alasan mengapa content creator sangat dibutuhkan industri.

2. Social Media Marketing

Data dari We Are Social menunjukkan bahwa pengguna media sosial global terus meningkat setiap tahun.

Setiap detik ada lebih dari 155 ribu pengguna baru yang bergabung. Artinya, brand semakin membutuhkan kreator untuk menjaga interaksi, meningkatkan awareness, dan membangun citra di berbagai platform.

Sumber Penghasilan Content Creator

Berikut beberapa cara kreator bisa mendapatkan pemasukan:

  1. Endorsement & Paid Promotion
    Brand membayar kreator untuk mengulas atau mempromosikan produk yang sesuai dengan niche mereka.

  2. Menghadiri Event & Menjadi Pembicara
    Saat reputasi meningkat, kreator dapat diundang ke acara resmi atau berbagi pengalaman sebagai narasumber.

  3. Google Adsense
    Iklan yang tayang di video atau artikel bisa menghasilkan pendapatan setiap kali diklik atau dilihat.

  4. Merchandise
    Ketika jumlah pengikut sudah stabil, kreator dapat menjual produk seperti kaos, buku, atau aksesoris lain yang mencerminkan identitas konten.

Ngonten Sambil Kerja Full-Time, Bisakah? Jawabannya: Bisa!

Tidak semua orang punya waktu longgar untuk membuat konten setiap hari.

Banyak kreator memulai dari sela-sela rutinitas kantor. Mereka bekerja di pagi–sore, lalu menyisihkan sedikit waktu di malam hari atau akhir pekan untuk membuat konten.

Intinya bukan soal waktu yang luas, tapi bagaimana mengelola energi dan menjaga proses tetap berjalan.

Tips Ngonten Walau Tetap Bekerja Kantoran

  1. Pilih niche yang dekat dengan kehidupan sehari-hari
    Misalnya tips karier, cerita kantor, produktivitas, pengalaman kerja kreatif, atau topik lain yang kamu alami sendiri.

  2. Atur waktu secara realistis
    Tidak perlu posting setiap hari. Fokus pada kontinuitas yang sehat, bukan memaksakan diri.

  3. Buat konten sederhana
    Kamera ponsel sudah cukup. Konten yang spontan dan jujur sering lebih mudah diterima.

  4. Kumpulkan ide sedikit demi sedikit
    Cukup 10–15 menit sehari untuk menuliskan ide. Eksekusi bisa dilakukan saat waktu lebih longgar.

Membangun karier sebagai content creator tidak membutuhkan langkah besar di awal.

Yang kamu perlukan adalah keberanian memulai dan konsistensi yang tidak menyiksa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R