Google Siapkan 'Aluminium OS' Sistem Operasi Android untuk PC dengan Fokus AI

AKURAT.CO Google semakin dekat merilis sistem operasi berbasis Android untuk PC yang ditargetkan meluncur pada 2026.
Daftar pekerjaan terbaru mengungkap nama internal 'Aluminium OS' yang dibangun dengan fokus kuat pada teknologi kecerdasan buatan (AI).
Rencana ini melanjutkan pengumuman Google pada 2024 tentang masa depan ChromeOS yang akan lebih bergantung pada Android.
Google menegaskan bahwa mereka membangun pengalaman ChromeOS di atas Android sambil mengembangkan sistem desktop yang lebih mumpuni.
Baca Juga: Cara Menghapus Akun Google di HP dengan Mudah dan Praktis
Dikutip dari Android Authority, Rabu (26/11/2025), menyebutkan bahwa 'Aluminium OS' dikembangkan sebagai sistem operasi baru berbasis Android dengan AI sebagai inti utamanya. Daftar itu juga mencari kandidat untuk posisi Senior Product Manager, Android, Laptop and Tablet yang akan ditempatkan di Taiwan.
Dalam deskripsi peran, Google menjelaskan bahwa tim ini akan menangani perangkat ChromeOS dan Aluminium OS secara bersamaan. Tugas tersebut mencakup koordinasi lintas platform untuk memastikan kedua ekosistem berjalan selaras.
Kandidat terpilih akan mengatur peta jalan pengembangan perangkat untuk berbagai kategori, mulai dari laptop, tablet, hingga perangkat yang dapat dilepas.
Mereka juga akan menangani lini komersial seperti Chromebook, Chromebook Plus, serta seri Aluminium OS dari AL Entry hingga AL Premium.
Salah satu poin menarik dalam dokumen tersebut adalah rencana Google untuk beralih dari ChromeOS klasik ke Aluminium OS secara bertahap.
Proses transisi ini penting bagi segmen komersial dan pendidikan yang selama ini sangat bergantung pada ChromeOS.
Beberapa catatan teknis menunjukkan bahwa Aluminium OS sedang diuji pada perangkat dengan MediaTek Kompanio 520 dan prosesor Intel generasi ke-12.
Istilah 'ChromeOS non-Aluminium' juga muncul dalam laporan bug, menandakan bahwa kedua sistem kemungkinan berjalan berdampingan pada tahap awal.
Meski fokus AI sudah disebutkan, Google belum menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan akan diintegrasikan ke dalam sistem baru ini. Hal tersebut tetap sejalan dengan pendekatan Google pada platform lain seperti Android XR yang juga digambarkan sebagai sistem operasi bertenaga AI.
Baca Juga: Google Peringatkan Risiko VPN di Tengah Lonjakan Penggunaan Akibat Larangan Pornografi
Seiring munculnya lebih banyak petunjuk, publik semakin menunggu langkah Google selanjutnya.
Banyak yang ingin melihat bagaimana perusahaan akan memadukan kemampuan Android dengan fungsi desktop untuk menghadirkan pengalaman PC generasi baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









