Akurat

Apakah Hal yang Digagas oleh Richard Stallman mengenai FOSS? Ini Penjelasan yang Akurat!

Idham Nur Indrajaya | 24 November 2025, 15:51 WIB
Apakah Hal yang Digagas oleh Richard Stallman mengenai FOSS? Ini Penjelasan yang Akurat!

 

AKURAT.CO Apakah hal yang digagas oleh Richard Stallman mengenai FOSS? Gerakan perangkat lunak bebas dan open-source selalu menarik dibahas, terutama saat menyentuh perdebatan filosofis di balik istilah yang digunakan. Salah satu tokoh paling vokal dalam isu ini adalah Richard Stallman, pendiri Free Software Foundation, yang sejak awal menyoroti pentingnya kebebasan pengguna dalam mengakses dan memodifikasi perangkat lunak.

Perdebatan mengenai FOSS kembali mencuat karena gagasan Stallman tentang bagaimana istilah tersebut berpotensi mengaburkan pesan utama dari gerakan perangkat lunak bebas. Untuk memahami persoalannya, kita perlu melihat bagaimana ia memandang istilah ini, mengapa ia mengkritiknya, dan apa pengaruhnya terhadap perkembangan ekosistem teknologi saat ini.


Mengapa Istilah FOSS Memicu Perdebatan?

Diskusi tentang istilah Free and Open Source Software (FOSS) sering kali muncul ketika membahas perkembangan konsep kebebasan dalam dunia perangkat lunak. Stallman sejak lama menilai bahwa penyebutan FOSS tidak sepenuhnya tepat karena menggabungkan dua posisi politik dan filosofi yang berbeda: free software dan open source. Keduanya memang memiliki kesamaan secara teknis, tetapi berbeda secara ideologis.

Menurut Stallman, perangkat lunak bebas bukan hanya soal akses ke kode sumber, tetapi sebuah gerakan yang membawa nilai moral tentang kebebasan. Sebaliknya, open source lebih menonjolkan manfaat pragmatis seperti efisiensi pengembangan dan kualitas produk. Ketika dua istilah ini digabung menjadi FOSS, pesan etis dari perangkat lunak bebas dikhawatirkan melemah.


Gagasan Inti Stallman: “Free” Harus Bermakna Kebebasan, Bukan Harga

Konsep kebebasan adalah fondasi utama gerakan perangkat lunak bebas. Stallman menegaskan bahwa kebingungan terjadi ketika istilah “free” dipahami sebagai “gratis”, bukan “bebas”. Hal ini membuat publik berfokus pada aspek biaya, padahal inti perjuangannya adalah hak pengguna untuk mengendalikan perangkat lunak yang mereka gunakan.

Ia menilai bahwa FOSS tidak cukup menjelaskan makna “free” dalam konteks kebebasan, sehingga tujuan politik dan etika di balik gerakan perangkat lunak bebas menjadi kabur. Tanpa penjelasan eksplisit, istilah FOSS cenderung menggeser perhatian hanya pada aspek teknis open source. Di sinilah kekhawatiran Stallman muncul: bahwa moralitas dan perjuangan awal gerakan tersebut bisa hilang.


Mengapa Stallman Menganggap FOSS Cenderung Menguntungkan Open Source?

Stallman menyebutkan bahwa struktur istilah FOSS secara tidak langsung memperkuat dominasi perspektif open source. Kata “open source” justru tampak lebih menonjol, sedangkan “free software” menjadi bagian kecil yang kurang mendapatkan sorotan. Kondisi ini membuat publik salah memahami bahwa kedua gerakan tersebut identik.

Padahal menurutnya, perangkat lunak bebas memperjuangkan keadilan dan hak moral pengguna, sementara open source lebih fokus pada cara kerja kolaboratif dan efektivitas pengembangan. Ketika keduanya disatukan, perbedaan ideologis yang mendalam seolah-olah hilang. Stallman menilai hal ini merugikan gerakan perangkat lunak bebas karena pesan politiknya menjadi tidak lagi jelas.


FLOSS: Alternatif yang Ditawarkan Stallman

Sebagai respons terhadap kerancuan istilah FOSS, Stallman mengusulkan penggunaan istilah FLOSS (Free/Libre and Open Source Software). Istilah ini memasukkan kata “libre” untuk menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah kebebasan, bukan harga.

Namun, meskipun FLOSS dianggap lebih netral dan jelas, gerakan perangkat lunak bebas sendiri memilih untuk tetap tidak menggunakannya. Alasannya sederhana: mereka tidak ingin mengambil posisi netral. Bagi Stallman, penggunaan istilah adalah bagian dari perjuangan politik, sehingga kata “free” harus tetap dipertahankan untuk menegaskan nilai kebebasan itu sendiri.


Memahami FOSS dalam Konteks yang Lebih Luas

Terlepas dari perdebatan soal istilah, FOSS tetap memainkan peran penting dalam perkembangan dunia teknologi modern. Banyak perangkat lunak yang kita gunakan sehari-hari dibangun dengan prinsip-prinsip kebebasan dan kolaborasi.

Untuk memahami lebih luas tentang konsep ini, penting melihat kembali empat kebebasan dasar perangkat lunak bebas yang dijelaskan Stallman:

  1. Kebebasan menjalankan program untuk tujuan apa pun.

  2. Kebebasan mempelajari cara kerja program dan mengubahnya sesuai kebutuhan, dengan syarat akses ke kode sumber tersedia.

  3. Kebebasan mendistribusikan salinan, sehingga pengguna lain dapat merasakan manfaatnya.

  4. Kebebasan menyebarkan versi modifikasi, agar komunitas dapat berkembang dari kontribusi kolektif.

Nilai-nilai inilah yang membangun fondasi ekosistem perangkat lunak bebas sekaligus menginspirasi pengembangan open source.


Manfaat FOSS bagi Pengguna dan Pengembang

Di luar perdebatan terminologi, FOSS membawa banyak keuntungan bagi dunia teknologi, mulai dari keamanan, transparansi, hingga efisiensi. Dengan kode yang dapat diperiksa publik, risiko adanya aktivitas mencurigakan lebih kecil. Komunitas yang besar juga membuat celah keamanan lebih cepat diperbaiki.

FOSS pun memberi ruang luas untuk modifikasi. Banyak organisasi menggunakan FOSS untuk menekan biaya dan mendapatkan fleksibilitas sistem. Tak sedikit pula pelajar dan pemula programming memanfaatkan FOSS sebagai media belajar karena kode sumbernya tersedia bebas.


Contoh FOSS yang Banyak Digunakan

Beberapa perangkat lunak paling populer di dunia termasuk dalam kategori FOSS, misalnya:

  • Linux, sistem operasi yang digunakan mulai dari smartphone hingga superkomputer.

  • Apache, server web yang menggerakkan sebagian besar internet.

  • Mozilla Firefox, browser yang mendukung standar web terbuka.

  • LibreOffice, alternatif gratis dan lengkap untuk aplikasi kantor.

Keberadaan perangkat lunak ini menunjukkan bahwa FOSS bukan hanya gerakan idealis, tetapi ekosistem teknologi yang sangat relevan hingga hari ini.


Kesimpulan: Kenapa Gagasan Stallman tentang FOSS Masih Penting?

Perdebatan soal istilah FOSS bukan sekadar perbedaan kata, tetapi menggambarkan perbedaan filosofi yang memengaruhi arah gerakan perangkat lunak bebas. Stallman menegaskan bahwa istilah yang dipilih memiliki konsekuensi politis karena menentukan apakah pesan tentang kebebasan pengguna tersampaikan dengan jelas atau justru memudar.

Di era ketika teknologi semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita, memahami konteks historis dan filosofis ini membantu kita melihat bahwa perangkat lunak bukan sekadar alat, tetapi juga ruang perjuangan mengenai hak, kebebasan, dan kontrol.

Kalau kamu tertarik dengan pembahasan seputar perangkat lunak bebas dan ekosistem open source, pantau terus update terbaru hanya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Apakah PC Rakitan Masih Worth It Dibanding Laptop di 2025?

Baca Juga: Chip AI Analog Baru dari China Diklaim 1.000 Kali Lebih Cepat dari GPU Nvidia

FAQ

1. Apa sebenarnya inti gagasan Richard Stallman tentang FOSS?
Stallman menegaskan bahwa istilah FOSS tidak sepenuhnya tepat karena menggabungkan dua gerakan dengan filosofi berbeda: free software dan open source. Baginya, perangkat lunak bebas adalah perjuangan etis tentang kebebasan pengguna, sementara open source lebih berfokus pada manfaat teknis.

2. Mengapa Stallman tidak setuju dengan penggunaan istilah FOSS?
Ia menilai bahwa FOSS mengaburkan makna kata “free” yang seharusnya merujuk pada kebebasan, bukan harga. Penggabungan istilah tersebut juga dianggap memperlemah pesan moral gerakan perangkat lunak bebas.

3. Apa perbedaan utama antara free software dan open source?
Free software menekankan hak moral dan kebebasan pengguna, sedangkan open source menitikberatkan pada transparansi kode dan kolaborasi untuk menghasilkan perangkat lunak lebih baik. Keduanya serupa dalam praktik teknis, tetapi berbeda secara ideologis.

4. Apa itu FLOSS dan mengapa Stallman menganggapnya lebih jelas?
FLOSS adalah singkatan dari Free/Libre and Open Source Software. Istilah ini menambahkan kata “libre” untuk menjelaskan bahwa “free” berarti kebebasan, bukan gratis. Namun, Free Software Foundation tetap menolak FLOSS karena dinilai terlalu netral secara politis.

5. Mengapa istilah “free” sering membingungkan dalam konteks perangkat lunak?
Dalam bahasa Inggris, “free” bisa berarti gratis atau bebas. Inilah yang membuat banyak orang salah paham bahwa perangkat lunak bebas hanya soal biaya, padahal poin utamanya adalah kebebasan menjalankan, memodifikasi, dan mendistribusikan perangkat lunak.

6. Apa saja empat kebebasan dasar yang diperjuangkan gerakan perangkat lunak bebas?
Empat kebebasan itu meliputi:

  • Kebebasan menjalankan program untuk tujuan apa pun.

  • Kebebasan mempelajari dan mengubah kode sumber.

  • Kebebasan menyebarkan salinan program.

  • Kebebasan membagikan versi yang telah dimodifikasi.

7. Mengapa perdebatan istilah FOSS dianggap penting?
Karena istilah menentukan bagaimana publik memahami tujuan gerakan. Bagi Stallman, bahasa bukan sekadar penyederhanaan, tetapi alat untuk menjaga pesan politik dan etika tentang kebebasan pengguna.

8. Apakah FOSS dan free software adalah hal yang sama?
Tidak benar-benar. FOSS mencakup free software dan open source, tetapi Stallman menganggap penyatuan ini menyesatkan karena menghapus perbedaan ideologis yang mendalam di antara keduanya.

9. Apa dampak FOSS dalam dunia teknologi saat ini?
FOSS memudahkan kolaborasi global, mempercepat inovasi, meningkatkan keamanan, dan memberi akses pembelajaran luas bagi siapa pun. Banyak teknologi modern—termasuk server web, sistem operasi, dan browser—ditopang oleh perangkat lunak FOSS.

10. Mengapa Stallman menganggap penggunaan istilah berhubungan dengan politik?
Karena menurutnya, mempromosikan perangkat lunak bebas adalah perjuangan etis dan politis untuk memastikan pengguna memiliki kendali penuh atas teknologi yang mereka gunakan. Penggunaan istilah yang netral dinilai bisa melemahkan pesan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.