Akurat

Perbedaan Model AI Open Source dan Closed Source: Mana yang Lebih Unggul?

Yusuf | 20 Oktober 2025, 15:28 WIB
Perbedaan Model AI Open Source dan Closed Source: Mana yang Lebih Unggul?

AKURAT.CO Teknologi Artificial Intelligence (AI) berkembang pesat dan kini menjadi fondasi utama dalam berbagai industri, mulai dari kesehatan, keuangan, hingga pendidikan.

Dalam pengembangannya, model AI terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu AI open source (sumber terbuka) dan AI closed source (sumber tertutup). Keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam hal aksesibilitas, fleksibilitas, keamanan, dan biaya penggunaan.

Baca Juga: Deteksi Dini Autisme pada Anak dengan Artificial Intelligence, Cegah Kemungkinan Terburuk

Apa Itu Model AI Open Source?

Model AI open source adalah sistem yang kode, arsitektur, dan bobot modelnya tersedia untuk publik. Artinya, siapa pun dapat mengunduh, memodifikasi, dan membagikannya secara bebas. Konsep ini mendorong kolaborasi dan transparansi dalam dunia pengembangan teknologi.

Kelebihan Model AI Open Source

  1. Mendukung Kolaborasi dan Inovasi
    Komunitas pengembang di seluruh dunia dapat berkontribusi memperbaiki dan mengembangkan model, sehingga proses inovasi berjalan lebih cepat.

  2. Transparansi Tinggi
    Dengan kode yang terbuka, setiap orang dapat melihat cara kerja sistem dan menilai akurasi serta keamanannya secara langsung.

  3. Fleksibel dan Mudah Dikustomisasi
    Model dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik bisnis, penelitian, atau proyek individu.

  4. Biaya Efisien
    Umumnya gratis digunakan, meskipun beberapa model menawarkan fitur tambahan berbayar.

Kekurangan Model AI Open Source

  • Risiko keamanan lebih tinggi karena kode dapat diakses publik.

  • Tidak selalu memiliki dukungan teknis resmi, sehingga pengguna harus memiliki kemampuan teknis sendiri.

Contoh model AI open source antara lain GPT-Neo dan CLIP dari OpenAI, yang digunakan dalam pemrosesan bahasa alami dan pengenalan gambar.

Baca Juga: Red Hat Tunjuk Ingram Micro Jadi Distributor Layanan Open Source

Apa Itu Model AI Closed Source?

Model AI closed source atau sumber tertutup adalah sistem yang dikembangkan secara eksklusif dan tidak membuka kode sumbernya kepada publik.

Akses hanya diberikan kepada pihak pengembang atau organisasi tertentu. Model ini menonjol karena tingkat keamanan dan kontrol yang lebih tinggi.

Kelebihan Model AI Closed Source

  1. Keamanan Data Lebih Terjaga
    Karena kode tidak tersedia secara publik, risiko kebocoran data dapat diminimalkan.

  2. Dukungan Teknis Profesional
    Pengembang biasanya menyediakan bantuan teknis langsung serta pembaruan rutin untuk menjaga kinerja sistem.

  3. Implementasi Mudah dan Cepat
    Model closed source sering dilengkapi antarmuka ramah pengguna serta panduan integrasi yang jelas.

  4. Kualitas dan Stabilitas Terjamin
    Pengembang mengontrol penuh proses pemeliharaan dan peningkatan sistem agar tetap sesuai standar industri.

Kekurangan Model AI Closed Source

  • Tidak dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan pengguna.

  • Biaya lisensi relatif tinggi.

  • Pengguna menjadi tergantung pada pengembang untuk pembaruan dan perbaikan.

Contoh populer dari model AI closed source adalah GPT-4 milik OpenAI dan Gemini dari Google, yang memiliki kemampuan analisis bahasa dan data tingkat lanjut.

Baik model AI open source maupun closed source memiliki kelebihan masing-masing.

Model open source lebih cocok bagi pengembang, peneliti, dan startup yang ingin berinovasi dengan biaya rendah dan fleksibilitas tinggi.

Sementara model closed source lebih ideal bagi perusahaan besar yang membutuhkan keamanan, stabilitas, dan dukungan teknis profesional.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R