Akurat

AS Siap Berbagi Teknologi Kapal Selam Nuklir dengan Korea Selatan

Petrus C. Vianney | 5 November 2025, 21:11 WIB
AS Siap Berbagi Teknologi Kapal Selam Nuklir dengan Korea Selatan

 

AKURAT.CO Amerika Serikat berencana membagikan teknologi kapal selam bertenaga nuklir kepada Korea Selatan. Presiden Donald Trump menyampaikan hal tersebut melalui media sosial, Kamis (30/10/2025), setelah bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung.

Dalam pertemuan itu, Lee menegaskan keinginannya untuk memperbarui kerja sama pertahanan dengan AS. Ia juga berjanji meningkatkan anggaran militer negaranya guna mengurangi beban finansial yang selama ini ditanggung Washington.

Lee menjelaskan bahwa pembicaraan mereka mengenai kapal selam nuklir sempat disalahpahami. Menurutnya, pemerintah Korea Selatan bermaksud mengembangkan teknologi bahan bakar nuklir, bukan senjata nuklir.

Korea Selatan masih mengandalkan kapal selam diesel yang terbatas dalam mendeteksi kapal selam lain. Lee menilai, teknologi kapal selam nuklir akan meningkatkan pertahanan negaranya dan memperkuat posisi AS di Asia Timur.

Berbeda dengan kapal selam diesel yang harus muncul ke permukaan untuk mengisi ulang daya, kapal selam nuklir mampu beroperasi lebih lama di bawah laut. Ketahanan inilah yang membuatnya jauh lebih unggul untuk misi pengintaian dan pertahanan strategis.

Trump mengumumkan bahwa pembangunan kapal selam nuklir akan dilakukan di Galangan Kapal Philly. Fasilitas tersebut kini dimiliki oleh perusahaan asal Korea Selatan, Hanwha Group, sebagaimana dikutip dari Fortune, Minggu (2/11/2025).

Meski belum ada rincian biaya proyek tersebut, Korea Selatan telah menyiapkan investasi besar. Sekitar $150 miliar (sekitar Rp2.493 triliun) dialokasikan untuk memperkuat industri perkapalan Amerika.

Teknologi kapal selam nuklir AS dikenal sebagai salah satu teknologi militer paling sensitif dan dijaga ketat. Bahkan, dalam aliansi AUKUS yang melibatkan Inggris dan Australia, Washington tidak secara langsung membagikan teknologi intinya.

Pengumuman Trump muncul menjelang pertemuannya dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Momen ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan dinamika keamanan di kawasan.

Korea Utara sebelumnya memamerkan kapal selam nuklir dan mengklaim berhasil menguji rudal jelajah baru. Namun hingga kini, Pentagon belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana berbagi teknologi tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.