Seleris dan IDPay Hadirkan Solusi AI untuk Seleksi Risiko di Ribuan Titik EDC Nasional

AKURAT.CO PT Seleris Meditekno Internasional (Seleris) dan IDPay Asia Jaya (IDPay) menjalin kerja sama eksklusif dengan mengintegrasikan platform Seleris Credit pada ribuan perangkat All-in-one KTP Reader/Electronic Data Capture (EDC) di seluruh Indonesia.
Kerja sama ini menandai era baru dalam proses underwriting asuransi jiwa kredit di Indonesia.
Di mana seleksi risiko kini dapat dilakukan secara digital menggunakan kecerdasan buatan, realtime dan akurat pada saat nasabah mengajukan kredit di lembaga keuangan.
Baca Juga: Transformasi Digital Perbankan Lewat Mesin EDC Hasilkan Fee Based Income Triliunan Rupiah
Menjawab Krisis Rasio Klaim Asuransi Jiwa Kredit
Industri asuransi jiwa kredit Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius dengan rasio klaim yang mencapai tingkat mengkhawatirkan.
Lemahnya proses seleksi risiko dan underwriting menjadi akar permasalahan yang berdampak pada keberlanjutan produk ini.
"Kami mengembangkan teknologi kecerdasan buatan yang secara fundamental mengubah cara industri melakukan underwriting," ujar Rinaldi Anwar Buyung, Founder PT Seleris Meditekno Internasional, Jumat (31/10/2025).
"Platform Seleris Credit kami telah mendapatkan pengakuan dari perusahaan reasuransi global terkemuka dengan rating AM Best dan S&P minimum A, yang memberikan dukungan reasuransi atas asuransi jiwa kredit yang telah melalui proses seleksi risiko menggunakan AI kami. Ini bukan sekadar inovasi teknologi tetapi solusi nyata untuk menyelamatkan industri asuransi jiwa kredit dari kolapsnya kualitas underwriting," lanjutnya menjelaskan.
Baca Juga: Dana Aman, Transaksi Nontunai KJP Plus Lewat EDC Bank DKI Tetap Lancar
Kecerdasan Buatan untuk Seleksi Risiko yang Lebih Akurat
Melalui kerja sama eksklusif ini, platform Seleris Credit yang berbasis artificial intelligence akan terintegrasi langsung pada perangkat All-in-One KTP Reader/EDC berbasis Android milik IDPay yang tersebar di ribuan outlet perbankan dan lembaga keuangan di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, proses seleksi risiko nasabah dapat dilakukan secara:
- Instant dan Realtime: Algoritma AI melakukan penilaian risiko dalam hitungan detik saat nasabah mengajukan kredit.
- Akurat dan Prediktif: Machine learning yang telah dilatih dari jutaan data untuk memprediksi risiko dengan presisi tinggi.
- Terstandardisasi: Proses underwriting yang konsisten dan telah divalidasi oleh reasuransi global.
- Transparan: Setiap keputusan AI dapat dilacak dan dipertanggungjawabkan.
- Efisien: Mengurangi biaya klaim yang tidak perlu melalui seleksi risiko yang jauh lebih superior.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup integrasi platform Seleris Care pada Kios Digital IDPay untuk layanan kesehatan digital, melengkapi ekosistem digital health dan insurtech yang komprehensif.
Baca Juga: Bank Jakarta Hadir di Pasar Malem Narasi 2025, Dorong Transaksi Nontunai Lewat Cara Kreatif dan Inklusif
Ekspansi Nasional dengan Infrastruktur Digital IDPay
"Ini merupakan momen bersejarah yang menandai terwujudnya integrasi antara layanan keuangan dan kesehatan di Indonesia," kata Adrian Kurniady, Chief Business Development Officer PT IDPay Asia Jaya.
"Kolaborasi ini membuka babak baru dalam menghadirkan ekosistem digital yang lebih inklusif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mendorong transformasi layanan publik berbasis teknologi. Dengan infrastruktur All-in-One KTP reader/EDC dan kios digital yang terdapat di ribuan lokasi dari Sabang sampai Merauke, kami percaya dapat mendukung perbankan dan lembaga keuangan di Indonesia dalam meningkatkan kualitas portofolio kredit secara signifikan. Teknologi AI dari Seleris akan menjadi pendorong penting dalam menciptakan standar baru efisiensi dan akurasi di industri ini," paparnya.
Sebagai mitra eksklusif, IDPay akan menyediakan perangkat All-in-One KTP Reader/EDC dan kios digital lengkap dengan instalasi, integrasi teknis, dan pemeliharaan berkelanjutan untuk memastikan platform Seleris dapat diakses dengan mudah oleh seluruh pemangku kepentingan di industri keuangan.
Baca Juga: Dua Tahun Berturut-turut, TPFx Raih Predikat Pialang dengan Volume Transaksi Tertinggi di JFx dan KBI
Standar Internasional untuk Pasar Indonesia
Kredibilitas Seleris Credit didukung oleh pengakuan dari perusahaan reasuransi global dengan rating AM Best dan S&P minimum A.
Pengakuan ini menggaris bawahi bahwa platform berbasis AI dari Seleris memenuhi standar internasional dalam proses seleksi risiko dan underwriting asuransi jiwa kredit.
"Validasi dari reasuransi global ini bukan hal yang mudah diperoleh. Mereka melakukan audit mendalam terhadap algoritma AI kami, metodologi risk assessment, dan track record akurasi prediksi kami. Kepercayaan mereka adalah bukti bahwa teknologi Indonesia mampu bersaing di level global," tutur Adrian.
Perlindungan Data dan Kepatuhan Regulasi
Sejalan dengan komitmen terhadap keamanan dan privasi, kedua perusahaan menegaskan bahwa seluruh proses akan mematuhi UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi dan regulasi terkait lainnya.
Sistem keamanan berlapis dan enkripsi tingkat enterprise memastikan data nasabah terlindungi dengan maksimal.
Perjanjian kerja sama yang lebih detail, termasuk Service Level Agreement (SLA) dan spesifikasi teknis, akan ditandatangani dalam 30 hari ke depan untuk memastikan implementasi yang optimal.
Dampak Transformatif untuk Industri
Para analis industri memandang positif langkah ini sebagai terobosan yang dapat mendorong peningkatan kualitas underwriting di industri asuransi jiwa kredit Indonesia.
Dengan sistem seleksi risiko berbasis AI yang jauh lebih akurat, diharapkan:
- Rasio klaim dapat ditekan hingga level yang sustainable.
- Premi menjadi lebih affordable karena risiko terkelola lebih baik.
- Produk asuransi jiwa kredit dapat lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.
- Akses kredit bagi masyarakat tetap terjaga dengan perlindungan asuransi yang berkualitas.
"Ini adalah win win solution untuk semua pihak. Bank dan lembaga keuangan mendapat proteksi lebih baik, perusahaan asuransi mendapat portfolio berkualitas. Dan yang terpenting, nasabah mendapat produk asuransi yang benar-benar melindungi mereka," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









