Startup Global Diuntungkan dari Kenaikan Biaya Visa H-1B di AS

AKURAT.CO Kebijakan baru visa H-1B pemerintahan Donald Trump membuka peluang bagi pusat teknologi di luar Amerika Serikat (AS). Kenaikan biaya hingga $100.000 (sekitar Rp1,6 miliar) membuat banyak talenta global beralih ke Inggris dan Kanada.
Program Visa H-1B selama ini menjadi jalur utama bagi perusahaan teknologi AS merekrut tenaga asing berbakat. Namun, aturan gaji tinggi dan seleksi ketat membuat banyak profesional kini mencari peluang di luar Silicon Valley.
Pendiri startup Quench.ai asal London, Husayn Kassai, menyebut kebijakan ini sebagai momen penting bagi perusahaan di luar AS. Menurutnya, aturan baru membuka peluang Inggris merekrut talenta terbaik yang dulu tertarik ke Amerika.
Pemerintah Inggris dan Kanada bergerak cepat menanggapi perubahan kebijakan visa H-1B. Kanselir Inggris Rachel Reeves berencana menurunkan biaya visa serta mempercepat proses imigrasi bagi tenaga kerja terampil.
Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney melihat kenaikan biaya H-1B sebagai peluang besar. Ia menilai kebijakan tersebut dapat menarik lebih banyak profesional teknologi global ke negaranya.
Sejumlah pelaku industri mulai merasakan dampak positif dari kebijakan baru tersebut. Arsham Ghahramani, pendiri startup rekrutmen Ribbon di Toronto, mengungkapkan sekitar 40 persen timnya terdiri dari pekerja yang terkendala visa AS.
"Secara tradisional Kanada dipandang sebagai titik perhentian dalam perjalanan ke AS. Lebih banyak orang yang terjebak di sini sangat bagus bagi kami," ujarnya, dikutip dari The Times of India, Selasa (7/10/2025).
Hal senada disampaikan Mikhail Sharonov dari Immigram, layanan relokasi berbasis di Inggris. Ia mengungkapkan lonjakan permintaan dari pekerja teknologi yang mencari peluang di luar AS pasca pengumuman kebijakan baru H-1B.
"Pusat panggilan kami saat ini kewalahan," kata Sharonov.
Kenaikan biaya visa H-1B mengubah arah mobilitas tenaga kerja global dan peta industri teknologi dunia. Inggris dan Kanada kini menjadi magnet baru bagi inovator serta profesional berkeahlian tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
- 10Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun







