Akurat

Trump Desak Microsoft Pecat Lisa Monaco dari Posisi Presiden Urusan Global

Petrus C. Vianney | 30 September 2025, 20:15 WIB
Trump Desak Microsoft Pecat Lisa Monaco dari Posisi Presiden Urusan Global

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak Microsoft untuk segera memecat Lisa Monaco dari jabatan presiden urusan global perusahaan. Ia menilai bahwa Monaco tidak layak memegang posisi yang memberi akses pada informasi sensitif.

Monaco sebelumnya menjabat sebagai penasihat keamanan di era Barack Obama dan sebagai wakil jaksa agung di bawah Joe Biden. Pada Juli lalu, ia bergabung dengan Microsoft untuk memimpin hubungan global perusahaan dengan pemerintah.

Trump menegaskan bahwa keberadaan Monaco di Microsoft merupakan ancaman bagi keamanan nasional. Menurutnya, posisi tersebut berisiko mengingat kontrak besar yang dimiliki Microsoft dengan pemerintah AS.

Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump menyebut Monaco tidak boleh dibiarkan memegang akses keamanan tinggi. Ia menilai perusahaan harus segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan pekerjaannya.

"Dia adalah ancaman bagi AS. Keamanan Nasional, terutama mengingat kontrak utama yang dimiliki Microsoft dengan Pemerintah Amerika Serikat," tulis Trump di Truth Social, dikutip Sabtu (27/9/2025).

Monaco diketahui ikut mengoordinasikan respons Departemen Kehakiman terhadap serangan pendukung Trump ke Gedung Capitol pada 6 Januari 2021. Izin keamanannya juga telah dicabut sejak Februari lalu.

Trump bahkan menambahkan bahwa pemerintah melarang Monaco masuk ke seluruh properti federal karena dugaan berbagai tindakan keliru. Namun, pihak Microsoft dan Monaco sendiri belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut.

Seiring dengan masa jabatan keduanya, Trump berusaha memperkuat hubungan dengan industri teknologi. Beberapa CEO terkemuka, termasuk Satya Nadella dari Microsoft, sempat menghadiri acara di Gedung Putih.

Sebelumnya, Trump dan Partai Republik kerap menuding perusahaan teknologi memiliki bias terhadap kelompok konservatif. Isu ini kembali mencuat seiring kritik terbaru yang ditujukan langsung kepada Microsoft.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.