Akurat Logo

Penelitian Stanford Ungkap Paradoks Produktivitas AI, Sebabkan Kerugian Besar

Leo Farhan | 24 September 2025, 18:30 WIB
Penelitian Stanford Ungkap Paradoks Produktivitas AI, Sebabkan Kerugian Besar

AKURAT.CO Penelitian dari Stanford University-BetterUp mengungkap adanya paradoks produktivitas yang mahal akibat penggunaan AI secara meluas di tempat kerja. Sekitar 40% karyawan menggunakan alat AI, namun banyak menghasilkan "workslop", yakni konten yang tampak rapi tapi kurang substansi, sehingga rekan kerja harus menghabiskan waktu hampir dua jam untuk memperbaikinya setiap kali terjadi.

Fenomena ini menyebabkan biaya tersembunyi besar dalam hal waktu dan produktivitas. Rata-rata, karyawan menghabiskan sekitar 1 jam 56 menit untuk mengatasi setiap insiden workslop, yang berarti biaya produktivitas sekitar $186 per bulan per karyawan.

Mengutip HBR, untuk perusahaan dengan 10.000 pekerja, kerugian waktu ini bisa melebihi $9 juta per tahun. Workslop juga berdampak negatif pada hubungan antar rekan kerja.

Lebih dari separuh responden merasa jengkel ketika menerima workslop, dan hampir setengahnya menganggap pencipta konten tersebut kurang dapat dipercaya dan kurang cakap secara profesional.

Ini dapat mengurangi kepercayaan dan kolaborasi di tempat kerja.
Masalah ini berasal dari penerapan AI yang kurang terarah dan panduan yang minim terkait cara penggunaan yang tepat.

Peneliti menyarankan agar pimpinan perusahaan memberikan contoh penggunaan AI yang bijak, menetapkan aturan yang jelas, dan menganggap AI sebagai alat kolaborasi, bukan jalan pintas.

Meskipun ada laporan peningkatan produktivitas dengan aplikasi AI tertentu, secara umum transformasi produktivitas yang diharapkan masih belum tercapai di banyak sektor industri.

Penjelasan tersebut merangkum inti dari studi Stanford-BetterUp mengenai biaya tersembunyi penggunaan AI di lingkungan kerja dan dampaknya terhadap produktivitas dan hubungan kerja.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.